Ditetapkan MN-OG sebagai bupati-wakil bupati Paniai

JAYAPURA  (BINPA)  – Pasangan nomor urut tiga, Meki Nawipa-Oktopianus Gobai (MN-OG) ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Paniai dalam rapat pleno terbuka dan rekapitulasi suara pemilihan yang digelar pada 25 Juli 2018 lalu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai.

Dalam pelaksanaan pleno yang dipimpin Theodorus Kossai selaku Ketua KPU Papua didampingi empat komisioner lainnya juga Juga dihadiri saksi pasangan calon (Paslon) Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai, Muspida Kabupaten Paniai, DPRD, Kapolres, Dandim, DPRP, MRP, Provinsi Papua serta tamu dan undangan lainnya di aula KPU Paniai pada Sabtu, (28/7).

Menurut Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, setelah pemilihan, para PPD dari 23 distrik membawa hasil rekapitulasi tingkat distrik sejak tanggal 27-28 Juli.

“Jadi, saat  begitu mereka (PPD, Red) datang membawa hasil rekapitulasi tingkat distrik itu, kami langsung plenokan dengan terbuka dan disaksikan kedua paslon, saksi paslon dan pihak lainnya,” kata Theodorus Kossay kepada Bintang Papua yang dikutip  Jubi.

Kata dia, dari semua distrik paslon Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai mendapatkan seuara terbanyak dari Paslon Hengki Kayame dan Yeheskiel Tenouye.

“Hasil rekapitulasi akhir yang kami plenokan, Paslon Hengky – Yeheskiel memperoleh 29.761 suara. Sementara,  Paslon Meki – Oktopianus memperoleh 71.072 suara. Dan itu sudah hasil akhir,” katanya.

Apabila pihak terkait merasa keberatan. Maka silahkan menempuh mekanisme hukum dengan beban waktu yang diberikan tiga hari saja.

“Kami akan dikabari oleh MK bahwa ada sengketa atau tidak,” ujarnya.

Sementara, Ketua pansus untuk Bupati dan Wakil Bupati dari DPRD Paniai, Oktopianus Kayame mengatakan, akan segera melakukan langkah selanjutnya menemui Gubernur Provinsi Papua serta Menteri Dalam Negeri untuk memproses pelantikan.

“DPRD Paniai sudah bentuk tim pansus, dan ketuanya saya. Dalam waktu dekat kami segera menemui pak Gubernur Papua agar bisa koordinasi dengan Mendagri agar pelantikan bisa diproses dengan cepat. Kami tidak mau lama-lama,” katanya. (A. Gobai)

 

Tinggalkan Balasan