Abock Busup : Saya Minta Semua Gereja di Yahukimo Dibangun Permanen

YAHUKIMO (BINPA) – Bupati  Kabupaten Yahukimo, Abock Busup, MA meminta  semua umat dari berbagai denominasi  Gereja di Kabupaten Yahukimo mesti  dibangun secara  permanen. Ini merupakan komitmen bathin dan menargetkan selama memimpin Kabupaten Yahukimo sebelum berakhir masa jabatan 2021, semua gereja sudah dibangun permanen. Gereja-Gereja dibawah naungan persekutuan gereja-gereja Yahukimo (PGGY), bangunan gedungnya harus representative dan permanen.

“Dikabupaten Yahukimo gereja gereja berada dibawah naungan Persekutuan Gereja – Gereja Yahukimo (PGGY),termasuk didalamya,  Gereja Baptis yang masuk dalam urutan ke 10 dari  PGGY sudah lama masuk di Kabupaten Yahukimo. Karena itu Pemerintah sebagai pemebina berkomitmen membangun semua gedung gereja mesti representatif,” katanya pada saat peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis, belum lama ini, di Kabupaten Yahukimo.

Menurutnya sumber alokasi dana pembangunan gereja di seluruh wilayah Kabupaten Yahukimo bersumber dari dana Otsus. Dan Pemerintah daerah (Pemda) sudah menganggarkan dana untuk pembinaan jemaat dan pembangunan fisik gereja. Dari alokasi dana yang telah dianggarkan, pembagiannya sudah diatur. Besaran dana pembinaan dan pembangunan fisik gereja di Kota Dekai sedikitnyan 250 juta rupiah sampai  dua milliar dan  gereja di kampung kampung dialokasikan untuk pembinaan dan pembangunan fisik  sebesar 100 juta rupiah.

“Anggaran itu semua bersumber dari  dana otsus. Pemerintah telah mengalokasikan untuk gereja yang di kota mendapat lebih besar dan gereja yang di kampung mendapat lebih kecil,” katanya disambut tepuk tangan meriah jemaat yang hadir pada prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gereja Baptis itu.

Dia berharap bantuan dana yang di berikan pemerintah bisa  membantu panitia  pembangunan  menyelesaikan pembangunan gedung gereja. Supaya Gereja ini bisa  cepat selesai dan  tidak ada masalah dengan biaya pembangunan. Dan antara jemaat dan pemerintah bisa sinergi. Dia mencontohkan, jemaat bisa menyediakan secara swadaya misalnya kayu atau papan. Pemerintah membiayai tukang untuk mengerjakan. “Kita harus bisa kerja sama, apalagi jemaat bisa mandiri membangunan fisilitas Gereja. Pemerintah daerah sangat apresiasi tinggi. Target pemerintah Yahukimo harus di bangun pada tahun 2018 ini. Apabila di bangun pada tahun 2019 maka akan terlambat dalam segi pembiayaan,” katanya.

Bupati menambahkan,  sudah saatnya warga gereja baptis memiliki gereja sendiri. Karena pemerintah melihat jumlah jemaatnya  semakin hari semakin bertambah. Sehingga,  warga jemaat Gereja Baptis di Yahukimo harus memiliki gedung gereja yang representatif atau mempunyai gereja yang permanen untuk beribadah. Maka,  prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Baptis Bahtera Bonto  saat ini mulai di kerjakan dan diharapkan langsung mulai juga dengan pengerjaan i fondasi dan rangka gedungnya.  Sehingga pada tahun 2019 tingal di selesaikan sisanya dan target 2020 sudah bisa di resmikan.

“Kita harus bisa berkomitmen mulai saat ini dengan kerja sama antara pemerintah dan jemaat Gereja ini selesai tepat waktu. Antara jemaat harus memiliki semangat yang sama dan saling menghargai satu sama lain dan  menghormati serta menjaga etika antara satu sama lain. Saya berharap semua warga jemaat di Yahukimo  saling membantu, satu sama lain apabila ada gereja yang baru di bangun,” harapnya. (PK 82)

 

Tinggalkan Balasan