Rindu Listrik Menyala, Warga Mambramo Percaya Presiden Jokowi Menjawab

JAYAPURA (BINPA) – Warga masyarakat Kabupaten Membramo Raya mengaku walau masih tinggal dalam kegelapan dan merindukan listrik menyala seperti Kabupaten lain di Propinsi Papua. Mereka mengaku masih percaya dengan komitmen Presiden RI, Haji Ir. Joko Widodo pada tahun 2019 seluruh Papua semua sudah terang.

“Kami masih percaya dengan janji Presiden Jokowi, Papua terang 2019. Maka,warga masyarakat Kabupaten Mambramo Raya yang masih hidup dalam kegelapan tanpa listrik selama ini masih merindukan Presiden menjawab harapan warga Mambramo Raya sebelum 2019. Warga masyarakat sudah bisa menikmati listrik menyala,” kata anggota Dewan Adat Kabupaten Mambramo Raya, Simon Tawane belum lama ini, di Home Stay Eunake Padang Bulan,

Menyikapi kerinduan warga masyarakat Mambramo Raya, Bupati Kabupaten Membramo Raya, Dorinus Dasinapa menilai dan membenarkan kalau warga Kabupaten Mambramo Raya belum menikmati penerangan listrik. Kondisi itu, Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden RI, Haji Ir. Joko Widodo tidak berarti menganaktirikan warga masyarakat Kabupaten Mambramo Raya.

Foto: Bupati Mambramo Raya, Dorinus Dasinapa. (Foto:Binpa/Del)

“Saya secara pribadi tidak bisa menyalahkan Pemerintah Pusat, apa lagi Presiden. Walau Presiden Jokowi menjanjikan Papua terang 2019. Kami harus  akui ini ada kelemahan juga dari kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mambramo Raya. Mengapa? Kita harus mempersiapkan program, fakta dan data yang nyata sesuai yang dibutuhkan warga masyarakat.  Siapa yang melakukan dan mempersiapkan itu, ya pemerintah daerah,” akunya.

Menurutnya untuk menjawab kerinduan warga Masyarakat Mambramo Raya ini, Pemda Mambramo Raya dalam hal ini, instansi terkait harus mempersiapkan program dan data-data yang valid. Apa bila, ada kelamahan dalam intern intansi terkait bisa dipecahkan dengan solusi membangun ling kerja dengan lembaga lain yang bisa menseting program seperti itu.

“Saya percaya ketika Pemda bisa menyediakan program yang nyata dan sangat urgen dibutuhkan warga Mambramo Raya. Pemerintah Pusat bisa mengintervensi program program yang dibutuhkan warga Mambramo Raya, seperti Listrik, kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan dan pemberdayaan ekonomi warga masyarakat, saya sangat yakin itu bisa terjawab cepat,” katanya.

Menjawab media ini ketika ditanyai soal kesiapan pejabat disetiap SKPD merumuskan program kongkrit sesuai karasteristik daerah dan kebutuhaan riil warga masyarakat setempat, Bupati Mambramo Raya yang pernah meluncurkan buku biografinya berjudul: “Jiwa Besar Petarung Kecil”  menegaskan, untuk menghasilkan program kerja nyata dan mengena sesuai kebutuhan warga setempat membutuhkan tim kerja setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki hati melayani masyarakat. Selain, setiap SKPD sendiri mampu menciptakan harmonisasi kerja yang mengarah pada pelayanan yang prima kepada warga masyarakat. Lalu, sekat-sekat yang menghambat harmonisasi kerja dalam transisi pemerintahan sebelum dan saat ini, semua pejabat yang ada harus meninggalkan hal itu.

“Saya mencurigai ada aspek-aspek seperti itu yang ikut terbawa-bawa dalam ritme kerja dan menghambat melahirkan program nyata bagi masyarakat,  program yang sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Jika, hambatan seperti ini tidak ada, saya sangat yakin kita bisa melahirkan program kerja nyata yang bisa diraskat manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya. (Del)

Tinggalkan Balasan