Dua Penyebar Hoax Ditangkap Polisi

TIMIKA (BINPA) – Kepolisian Resor Mimika menggelar Press Release terkait penangkapan tindak pidana tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan muatan penghinaan di media sosial yang berlangsung di depan Sentra Pelayanan Polres Mimika di jalan Cendrawasih, Rabu (18/7).

Hadir dalam Press Release tersebut Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha Pratama, S. IK dalam Press Release mengatakan, hari ini Sat Reskrim Polres Mimika menggelar Press Release terkait perkara ujaran kebencian terhadap dua tersangka berinisial  M alias IR dan HS alias H

“Kami melaksanakan Press Release terkait perkara ujaran kebencian atau hoax dengan tersangka yang pertama M alias IR dan kedua tersangka HS alias H,” kata Kasat Reskrim.

Kasat menjelaskan, Keduanya ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP 556 dan 558, kedua tersangka yang ditangkap di kediaman masing-masing. IR diamankan di jalan Perjuangan Timika Indah Distrik Miru, sedangkan HS alias H diamankan di amankan di irigasi setelah penangkapan IR, setelah pihaknya ciber Polres Mimika melacak keberadaan kedua tersangka.

“Jadi ini ada dua LP terpisah dimana Nomo LP 556 dan 558 dan untuk tersangka IR kita amankan kemarin sore di jalan Perjuangan pukul 15.35 Wit sesuai dengan hasil cek hape dan juga nomor hape dengan akun FB yang dimiliki oleh IR dengan nama FB nya Piyaye Putri dan,” jelasnya.

Sementara untuk pasal yang disangkakan. Kata Kasat kedua tersangka dikenakan pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukumannya 4 penjara.

“Kami dari penyidi pengenakan UU pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik,” kata Kasat.

Kendati yang bersangkutan telah meminta maaf melalui video yang beredar, namun perbuatan tetap di proses hukum agar menjadi pelajaran bagi masyarakat yang lain untuk tidak menggunakan media sosial untuk memposting ujaran kebencian.

“Kita tetap proses dan ini merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang juga meresahkan masyarakat termasuk Kapolres Mimika yang menjadi korban,” tegas Kasat.

Tersangka dengan pemilik akun FB Piyaye Putri memposting. “suara yang unggul pilihan masyarakat itu HAM Norut 4 tetapi Kapolres Mimika dengan mentodong pistol bubarkan aksi salah satu Paslon dan memihak kepada uang merah. Ko datang tugas untuk mengamankan atau menodong orang S dan yang bersangkutan mengakui bahwa benar dia yang mempostingnya dan sudah meminta maaf melalui video tapi kita tetap akan memproses supaya menjadi pelajaran bagi orang lain”.

Sedangkan tersangka kedua HS alias H dia memposting. “hasil pleno penetapan suara Pilkada di Mimika diambil alih oleh Kapolres tanpa dasar hukum yang jelas dengan alasan apapun Kapolres Mimika dan KPU Mimika harus diproses melalui jalur hukum dan hasil penetapannya musti harus dibatalkan demi hukum bila perlu dilakukan pemungutan suara ulang karena dua lembaga tersebut sudah mengundang konflik antar warga di Masa mimika dan dibenarkan oleh yang bersangkutan”. (Jrl).

 

Tinggalkan Balasan