Dipertanyakan Pembagian Saham  

TIMIKA (BINPA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika mempertanyakan berapa saham yang akan diperoleh untuk Pemerintah Daerah dan masyarakat pemilik hak ulayat. Hal ini terkait dengan divestasi saham 51 persen yang telah dicapai melalui tandatangan pokok-pokok perjanjian antara Freeport-Memoran Inc dan PT Indonesia Asahan Aluminium di Jakarta, Kamis (12/7).

“Ini merupakan suatu langkah yang bagus oleh pemerintah, tetapi kami dewan perlu mengetahui untuk pemda dan masyarakat pemilik hak ulayat itu berapa,” kata, Gerson Harold Imbir, anggota Komisi B DPRD Mimika, saat ditemui di Kantor DPRD Mimika, Jumat (13/7).

Menurutnya, terkait dengan divestasi saham 51 persen ini, diharapkan agar dapat pemerintah daerah dan pemilik hak ulayat tidak diabaikan.

“Karena sudah cukup lama pemda dan masyarakat adat tidak mendapat keuntungan secara langsung,” ungkapnya.

Politisi PBB ini juga mempertanyakan berapa besaran rupiah dari divestasi sahan 51persen.

“Ini perlu diketahui bersama apakah itu dari hasil kotor atau bersih. Sebab ini menyangkut seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar Pemerintah Pusat harus memberikan kejelasan divestasi saham 51 persen ini. (Jrl).

Tinggalkan Balasan