Prajurit TNI, Polri dan PNS Segarnizun Jayapura Dapat Arahan

 

JAYAPURA (BINPA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP dan Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D memberikan pengarahan kepada prajurit TNI/Polri dan PNS Segarnizun Jayapura, yang berlangsung di Makodam XVII/Cenderawasih, Minggu (1/7)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pangdam XVII/ Cendrawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit. beserta Pejabat Utama Kodam XVII/ Cendrawasih, Danrem dan Dandim 1701/PWY Jayapura dan jajarannya, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H, beserta Pejabat Utama Polda Papua dan Kapolres Jayaoura Kota bersama jajarannya, Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI I Nyoman Gede Ariawan, beserta Pejabat Utama, Danlantamal X Jayapura dan jajarannya, Pangkoops AU III, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, beserta Pejabat Utama Koops AU III dan Danlanud jajaran, Pangkosekhanudnas IV/ Biak, Marsma TNI Jorry S. Koloay, beserta Pejabat Utama dan jajaran dan Para Prajurit TNI dan anggota Polri dan PNS.

Kegiatan yang diawali dengan Briefing oleh Panglima TNI dan Kapolri kepada seluruh Komandan Satuan TNI dan Polri di wilayah Provinsi Papua.

Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian Ph.D dalam sambutannya mengatakan masalah ras bukanlah masalah yang ada di Papua, contohnya seperti di Hongkong. Hongkong dengan Tiongkok daratan memiliki ras yang sama. Namun mereka tidak mau bergabung dan memiliki konflik, karena Hongkong lebih maju dibandingkan Tiongkok daratan.

“Jadi itu bukan masalah ras, tetapi adalah masalah ekonomi,” ujarnya di Makodam, Minggu (1/7)

Sama seperti di Singapore, dan juga New Zealand antara suku asli New Zealand yaitu Suku Maori dengan Inggris. Mereka terus berkonflik hingga akhirnya membuat perjanjian Waitangi. Dan akhirnya kini New Zealand menjadi negara yang maju perekonomian dan negara paling aman.

“Jadi Masalah ras bukanlah masalah yang ada di papua. Masalah utama yang ada di papua adalah ekonomi. Oleh karena itu pemerintah saat ini terus menggenjot pembangunan dan perekonomian di Papua,” katanya.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.IP, menyampaikan selamat HUT Bhayangkara -72 Polri dan semoga Polri semakin menjadi barometer dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Salah satunya Pilkada Papua berjalan dengan aman, baik Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur dan Pilkada di 8 kabupaten di Papua.

“Saya memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri karena dapat melaksanakan tugas dengan baik, khususnya di Papua yang sangat berat,” bebernya.

Panglima TNI menambahkan, menjadi anggota Polri/TNI, berarti telah siap ditempatkan di manapun dan kapanpun di perintah oleh negara.

“Saya bangga kepada TNI/ Polri yang bertugas di Papua dan dengan semangat tinggi dapat melaksanakan tugas yang diberikan oleh negara,” tandasnya.

Terkait kesejahteran TNI/POLRI yang bertugas di Papua yang daerah rawan konflik dan separatis bersenjata, Jenderal empat bintang ini menyampaikan tentu negara tetap memperhatikan kesejahteraan anggota TNI/Polri di Papua, sebab untuk urusan kesejahteraan adalah urusan pemerintah yang akan segera direalisasikan.

“Saya berpesan apabila ingin betah bertugas di Papua maka harus menyatu dengan alam di Papua,oleh karena itu saya sampaikan kepada komandan satuan yang baru dibentuk, pembangunan fisik yang harus diutamakan adalah perumahan prajurit,” tukasnya.

Hadi berharap sinergitas TNI/Polri tetap di jaga agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, karena NKRI harga mati.(Karl)

Tinggalkan Balasan