Industri Pariwisata, Aset Besar Keuangan Negara

 

JAYAPURA (BINPA) – Presiden Jokowi sudah mencanangkan dan berkomitmen industri pariwisata  menjadi pemasok terbesar keuangan negara untuk waktu mendatang. Untuk mencapai itu, 2019 ditargetkan bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara untuk melihat keindahan pariwisata Indonesia. Target ini, kita cadangkan secara Nasional.

Hal ini dikatakan Bupati Jayapura Matius Awoitauw dalam membuka Festival Danau Sentani, Selasa (19/6) di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata sedang  mengembangkan upaya yang luar biasa dengan mengerahkan 80 persen kekuatannya mempromosikan destinasi wisata di seluruh Nusantara. Kebijakan itu  dilakukan dengan membangun infranstruktur seperti jalan, pelabuhan dan bandara.

“Itu semua dalam rangka destinasi pariwisata bangsa kita. Yang menjadi persoalan, kita sekarang sedang berjuang bagaimana membangun sumber daya manusia yang menjadi tantangan kedepan,” katanya.

Dia mengakui dalam tantangan sumber daya manusia tidak bisa menjadi tanggung jawab sepenuhnya kepada kementerian pariwisata atau dinas pariwiasata. Tetapi, semua pihak bekerja keras mengerahkan kekuatan untuk masa depan Indonesia.

Awoitauw mengingatkan, Kabupaten Jayapura merupakan  surga kecil yang turun ke bumi. Karena, Kabupaten Jayapura banyak destinasi wisatanya. Ia mencontohkan, keindahan danau Sentani dan gunung Cycloop dengan kekayaan alamnya, baik flora maupun fauna menjadi daya tarik bagi wisatawan di seluruh dunia.

“Di balik gunung Cycloop ada keindahan gunung-gunung yang di dalamnya berkicauan burung cenderawasih. Selain itu kita juga memiliki destinasi danau love, tugu Mc Artur dan peninggalan Perang Dunia II,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Jayapura sudah mencanangkan kebangkitan masyarakat adat. Dengan begitu masyarakat adat dapat mengelola kekayaan alamnya.

Dan Stadion Papua Bangkit yang sedang dibangun akan menjadi ikon wisatata di Kabupaten Jayapura yang dipimpinnya.

“Semua ini destinasi keindahan alam di Kabupaten Jayapura,” katanya.

FDS akan terus digelar sebagai ajang promosi kepada dunia luar. Sebab,  Kabupaten Jayapura memiliki sejumlah hal yang patut dikembangkan.

“Karena itu saya mengundang kita semua untuk bersama-sama terlibat membangun supaya Papua benar-benar bangkit untuk membangun dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak dapat mendukung kesuksesan FDS ini. (Karl)

Tinggalkan Balasan