KPU Diharapkan Tetapkan Dua Paslon Baru Untuk Bupati Paniai

JAYAPURA (BINPA) – Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat adat Suku Walani, Mee dan Moni (LPMA WAMEMO), Tobias Bagubau, S.IP mendesak kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai agar segera menetapkan dua kandidat calon bupati dan wakil bupati jalur Partai Politik (Porpol) di antaranya, Paslon Meki Nawipa–Oktopianus Gobai, S. IP dan Dr. Hengki Kayame SH., MH – Drs. Yeheskiel Tenouye, sebagai peserta Pemilukada Kabupaten Panai periode 2018-2023.

“Kami mendesak KPU Kabupaten Paniai menetapkan dua kandidat Jalur Parpol sebagai peserta Pemilukada Kabupaten Paniai. Sementara, tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai Jalur Independen agar digugurkan,” katanya Kepada Wartawan dalam Jumpa Pers di Kafe Prima Garden, Abepura, Senin (4/6).

Tiga Paslon Jalur Independen di antaranya, Yehuda Gobai, S.Th–Yan Tebai, S.IP, kedua, Naftali Yogi, S.Sos – Marthen Mote, SE, dan Ketiga, Yunus Gobai, S.Sos-Markus Boma, S.IP sesuai dengan putusan Mahkamah Agung  nomor 2/P/PAP/2018 dan sesuai putusan panwas Kabupaten Paniai Nomor 00/KS/33.19/II/2018 tentang para bakal calon bupati dan wakil bupati jalur Independen.

“Ketiga paslon harus dugugurkan, agar Pilkada di Paniai bisa berjalan dengan aman, damai dan berintegritas,” katanya.

Menurutnya, Proses demokrasi di Kabupaten Paniai tidak akan berjalan dengan baik karena banyak kepentingan dan ulah dari pihak penyelenggara maupun oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Maka, LPMA SWAMEMO mengambil insiatif untuk mengadvokasi Pilkada Paniai. Insiatif itu agar Pilkada di  Kabupaten Paniai dapat berjalan dengan aman, berintegritas dan damai tanpa ada konflik di kalangan masyarakat Paniai yang berujung pada konflik fisik.

Sementara itu, pihak KPU Kabupaten Paniai terlihat tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya. Karena hingga saat ini belum berjalan sesuai dengan jadwal Pilkada Nasional. Hingga saat ini KPU Kabupaten Paniai belum menetapkan Paslon Kepala Daerah yang  sah sesuai putusan Panwas Kabupaten  setempat dan Putusan Mahkama Agung.

“Proses Pilkada Kabupaten Paniai bisa tertunda. Karena waktu efektif hingga hari saat ini tinggal 23 hari adalah hari pencoblosan. KPU Kabupaten Paniai harus ambil kebijakan yang tepat agar Pilkada Paniai bisa berjalan,” ujarnya.

Kata Bagubau: “Kami minta KPU Paniai agar tetapkan dua calon Kepala Daerah, Hengky Kayame dan wakilnya dan Meki Nawipa dan wakilnya  sebagai peserta Pemilukada Kabupaten Paniai. Agar keduanya bisa melaksanakan beberapa tahapan yang belum bisa dilaksanakan, seperti debat kandidat dan kampanye. Karena waktu pelaksana tinggal H-23,” katanya.

Anggota LPMA SWAMEMO, Yalo Yanengga mengharapkan, proses pemilkada Kabupaten Pania agar bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa melakukan  kekerasan dan konflik antar masyarakat.

“Kami tidak inginkan teradi kekerasan dan konflik di Kabupaten Paniai seperti di daerah-daerah lain di tanah Papua. Kami minta Pilkada Paniai berjalan, damai dan sejahtera. (A. Gobai)

Tinggalkan Balasan