Jalin Persatuan, AMPB adakan turname Futsal

JAYAPURA (BINPA) –  Dalam rangka persatuan dan kesatuan antar mahasiswa se Papua Barat yang berpendidikan di Kota Jayapura Provinsi Papua, Asosiasi Mahasiswa Papua Barat (AMPB) mengadakan turnamen Futsa yang diikut 32 Tim dari berbagai Kabupaten baik Provinsi Papua maupun Papua  Barat.

Carateker AMPB, Ardi Etus Nauw menyatakan kegiatan itu bertujuan untuk menjalin kebersamaan antar mahasiswa dan pemuda Papua barat yang kuliah di Jayapura. Juga moment  itu  mendukung pelaksana Deklarasi AMPB itu  sendiri.

“Kami berharap, semua Tim dapat bermain dengan baik. Menjaga keamana dan kenyamanan dalam pertandingan itu. Sehingga pertandingan  tersebut dapat  berjalan sesuai dengan harapan bersama,” katanya kepada  Bintang Papua di Waena, Selasa (5/6).

Menurutnya, kegiatan deklarasi itu akan dilakukan pada tanggal 9 Juni 2018 mendatang. Maka, diharapkan kepada semua para pemanku kepentingan, seperti para undangan yang  memberi materi, seperti Polda Papua, Pangdam XVII Cendrawasih, Pejabat Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat dapat hadir.

“Kehadiran mereka sangat penting untuk mengetahui beradaan organisasi ini di Jayapura, Provinsi Papua. Maka, saya berharap kepada mahasiswa agar bersama-sama membangun kebersaman dan persatuan di dalam organiasi yang akan dideklarasika itu,” katanya.

Ia berharap, organisasi yang akan didekalarasikan itu menjadi satu wadah perkumpulan yang mempertemukan semua mahasiswa dan pelajar yang berasal dari Papua  barat. Sehingga, di dalam wadah itu bisa menyatuhkan ide dan gagasan dari setiap mahasiswa dan pelajar.

Sementara, Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua mendukung penuh turnemen yang diadakan dalam rangka menyambut  deklarasi organisasi AMPB di  Jayapura, Provinsi Papua.

“Moment turnamen ini tepat dalam menyatukan demus mahasiswa dalam satu  satu wadah. Maka, diharapkan agar ketua membangun koordinasi yang baik. Sehingga,  acara deklarasi nanti bisa berjalan dengam baik,” katanya.

Sementara itu, wakil Ketua KNPI Papua Barat,  menyatakan, dirinya mendukug turnemen yang dilaksanakan dan rencana deklarasi organisasi AMPB.  Organisasi itu diharapkan agar menjadikan wadah  itu untuk belajar dalam satu wadah yang digagas oleh mahasiswa dan pemuda.

“Organiasi itu menjadi tempat belajar antar mahasiswa Papua Barat di Jayapura,” katanya.

Karenanya Ia berharap, harus melakukan pengkaderan terhadap mahasiswa. Agar   organisasi yang akan didekalarasikan itu tetap dipertahankan oleh  generasi-generasi yang akan muncul.

“Jangan sampai kehilangan kader. Kader harus dibentuk  dan dibekuk. Agar organisasi kedepan tetap ada di  Provinsi Papua,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Baltazar Kambuaya, MBA menyatakan, dua etnis yang ada di Papua  Barat, Wilayah Bomberay dan Domberay harus menyatuh.

“Kita datang dari dua wilayah, yakni wilayah Dombeerai dan Bomberay untuk berpendidikan dan kerja di Jayapura. Dan menjadi penting untuk membuat suatu wadah perkumpulan di dua etnis dari dua Wilayah itu di Jayapura agar terangkul,” katanya.

“Kita harus menjaga keutuhan kita. Kita tidak boleh terpecah-belah hanya karena beda kabupaten dan daerah. Kita adalah satu untuk menjaga nama baik Papua barat di Jayapura. Makanya, wadah itu dibentuk untuk saling bersatu,” katanya.

Di Provinsi Papua akan menyelenggarakan Pemilihan kepala Daerah (Pemilukada) satu pemilihan Gubernur Papua dan tujuh Kabupaten. Maka, diharapkan jangan ada benturan antar mahasiswa yang akan mengganggu pesta demokrasi di Papua.

“Saya mengajak, mari kita harus memberikan kontribusi dan dukungan di Provinsi Papua,” katanya.  (A. Gobai)

Tinggalkan Balasan