41% APBD Papua Berasal Dari Sektor Pertambangan

JAYAPURA (BINPA) Potensi perekonomian selain pertambangan di Provinsi Papua sangat banyak, antara lain, pertanian, perkebunan dan pariwisata.

“Ini saja selama ini kita akan olah secara bersama sama di Papua itu sendiri sumber ekonomi baru,” kata Fauzan, Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Provinsi Papua di Kota Jayapura, Selasa (5/6).

“Kita mencari tren ekonomi baru, seperti sektor pariwisata yang di Papua ini untuk dikembangkan kaya dengan kekayaan alamnya, pariwisata laut, pengunungan juga,” lanjutnya.

Pemerintah daerah untuk lebih bisa berkolaborasi untuk perhatikan sektor-sektor pariwisata tersebut.

“Kami dalam setiap kegiatan juga buat laporan untuk upaya-upaya antara pemerintah daerah dan Provinsi bagaimana untuk memberdayakan perekonomanian di masing-masing daerah,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua sudah membagi  lima wilayah adat dan sudah ditetapkan sektor-sektor  apa saja di setiap daerah untuk dikembangkan.  “Jadi sebenarnya sudah ada eksen,” katanya.

Menurutnya Pemerintah Provinsi Papua sudah membangun Papua secara menyeluruh dari                                      berbagai sektor, sehingga  angka-angka pertumbuhan ekonomi sudah mulai berjalan. Hanya selama ini pertambangan masih cukup besar karena hampir 41%  sumbangsih  APBD  itu berasal dari sektor pertambangan.

Sektor pertambangan ketika mengalami inflasi otomatis perekonomian Papua semakin ada peningkatan,  demikan sebaliknya juga bila sektor pertambangan mengalami  konspirasi perekonmian Papua  juga mengalami penurunan. katanya

Ia mengaku berdasarkan lapangan usaha, kinerja lapangan usaha pertambangan masih menjadi  sumber pertumbuhan utama ekonomi Papua pada triwulan I 2018.  Tercatat pertumbuhan ekonomi  lapangan usaha pertambangan pada tiwulan I 2018 tumbuh signifikan mencapai 74,06% jauh  lebih tinggi dari triwulan IV 2017 yang tumbuh sebesar 3,28%.

Sementara itu, lapangan usaha pertanian dan perdagangan besar, eceran, reparasi motor mobil  juga tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.tercatat pertumbuhan masing-masing  lapangan usaha sebesar 7,49% dan 7,81%.

Di sisi lain lapangan usaha konstruksi dan administasi pemerintah tumbuh terlambat pada triwulan   2018. Secara umum terjadi pertumbuhan yang positif pada lapangan usaha.

Berdasarkan sisi permintaan, kenaikan eskpor luar negeri menjadi pendorong utama kenaikan                         ekonomi Papua  pada triwulan I 2018 sebesar 2,51% sejalan dengan tingginya kinerja lapangan usaha             pertambangan.  Sedangkan untuk konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2018 tumbuh sebesar                               5,60%,tumbuh  melambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,69%. (Karl)

Tinggalkan Balasan