Lestarikan Budaya, Mahasiswa Uncen Masuk Kampus Pakai Koteka

JAYAPURA (BINPA) – Salah  satu mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih (Uncen), Devio Basten Tekege (21) ke kampus dengen mengenangkan koteka.  Mengenangkan busana budaya (koteka) baru kali ini dilakukan di Kampus Uncen pada Senin (28/5).

Tekege mengatakan, tepat jam 08.00, dirinya dari Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria, pergi ke kampus mengenakan busana daerah (Koteka) dengan menggunakan Motor ke kampus.  Tepat pukul 08. 35, ia masuk di ruang kuliah dan menjadi pusat perhatian dari dosen dan mahasiswa dan sempat bertanya-tanya.

“Saya menggunakan koteka ke kampus untuk melestarikan budaya orang Papua. Jadi koteka itu bisa dipakai kapan saja atau di mana saja. Jadi bukan saat acara-acara tertentu dan tempat-tempat tertentu atau pada saat ada kegiatan,” katanya kepada Bintang Papua.

Kata dia, saat dosen masuk, dirinya merasa biasa-biasa saja, artinya tidak malu atau merasa canggung. Ada seorang dosen yang menawarkan diri untuk berfoto bersamanya, namun dirinya menolak.

“Saya menolak berfota bersama dengan siapa saja. Karena saya ke kampus bukan fashion Show, jadi bapa minta maaf,” katanya.

Kata  devio: “Saya merasa lebih mudah menangkap penjelasan dosen. Ketimbang mengenakan pakaian. Saya merasa bebas.

Kata dia, ada salah satu teman dari ACEMO juga akan bersedia mengenakan pakaian adanya pada hari-hari mendatang.

“saya berhap, saya akan tetap pakai koteka atau pakaian adat ke kampus. Dan menurut rencananya, pada hari Rabu ia juga mengenakan koteka ke kampus.

Salah satu pengamat budaya, Cristian Dogopia, menyatakan, dirinya mengapresiasi karena tidak banyak orang atau bahkan selama ini belum pernah ada yang menggunakan busana daerah (koteka) dan masuk ke Kampus.

“Aksi ini mengingatkan kembali dan juga menyadarkan kembali mahasiswa Papua yang sudah mulai melupakan budayanya. Padahal, budaya itu merupakan jati diri Orang Papua,” katanya.

Menurutnya, orang luar, bahkan orang Papua saat ini banyak yang memandang budaya Papua, khususnya Koteka itu berarti masih primitive. Tetapi hari ini, Senin 28 Mei 2018, Seorang Mahasiswa UNCEN memberikan penyegaran, pandangan baru bagi kita Orang Papua, khususnya generasi muda bahwa menggunakan Koteka atau busana adat ke Kampus bukan berarti itu primitive.

“Aksi ini terbilang sangat luar biasa, karena terjadi di ibu kota Provinsi, di kampus ternama Universitas Cenderawasih. Keberanian Mahasiswa tersebut perlu kita anjungi jempol,” ujarnya.

Ia berharap, semoga pemuda dan mahasiswa Papua menyadari akan identitas budayanya yang mulai tergilas arus modernisasi. Dan juga di hari-hari ke depan Pemuda dan Mahasiswa Papua tidak takut lagi untuk menunjukkan identitas budayanya, seperti pergi ke kampus dengan menggunakan busana daerah Papua.

Mantan Badan Eksekutif Uncen (2015-2017) Doni Donatus Gobai menyatakan, busana koteka yang digunakan devio adalah  sesuatu yang luas biasa.

“Itu sesuatu yang baik karena mahasiswa mampu menujukan identitas terutaman generasi muda. Supaya ketika berproses maju berdiri diatas budayanya.  Dan itu mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan budaya,” katanya. (A. Gobai)

Tinggalkan Balasan