Kadepa: Batalkan Pelantikan Plt Bupati Paniai

JAYAPURA (BINPA) – Anggota Komisi I DPR Papua Laurenzus Kadepa meminta kepada Pjs Gubernur Papua, Soedarmo untuk segera membatalkan pelantikan Pejabat Bupati Paniai yang direncanakan akan dilakukan 23 Mei 2018.

“Saya minta gubernur untuk membatalkan rencana pelantikan penjabat Bupati Paniai,” katanya Kepada Bintang Papua melalui sambungan telfon di Abepura, Senin (21/5).

Menurutnya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua bahwa masa tugas Yohanes Youw sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Paniai harusnya berakhir pada tanggal 23 Juni 2018. Tetapi, sebelum tanggal 23 Juni sudah diberhentikan. Pemprov Papua kemudian menunjuk Tangke Hombe sebagai Pelaksana Harian Bupati Paniai.

“Penunjukkan itu, tentu tidak disetujui oleh semua tokoh masyarakat maupun DPRD setempat,” ujarnya.

Dalam pertemuan resmi yang dilaksanakan di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, baru-baru ini, Pejabat Gubernur Sudarmo langsung membatalkan Tangke Hombe sebagai Plh Bupati Paniai dan menunjuk orang lain sebagai Pejabat.

“Saya pertanyakan kebijakan Pemprov Papua terhadap permasalahan itu.  Ada apa? Itu secara tidak sadar Pemprov Papua bisa menciptakan konflik di Paniai,” katanya.

Maka, Pemprov harus mengambil kebijakan untuk melanjutkan Plt Bupati Paniai Yohanes Youw sesuai SK yang sudah ditetapkan, karena masyarakat mendukung penuh Yohanes Youw sebagai Plt Bupati Paniai hingga berakhir sesuai SK Gubernur. Kalau,  Pemprov tetap memaksakan untuk melantik Pejabat Bupati Paniai baru, mengantikan Yohanis Youw. Maka, pasti akan terjadi konflik dan jika sampai konflik besar terjadi, maka Pemprov Papua harus bertanggungjawab.

Mestinya, Pemprov Papua mengikuti SK Plt Bupati Paniai Yohanes Youw hingga 23 Juni 2018.

“Pemprov harus ikuti SK Plt Bupati Paniai sampai 23 Juni. Baru setelah itu mau diganti atau tidak, terserah. Memang masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Paniai telah berakhir 14 Mei lalu, tapi pada SK Gubernur jelas, bahwa Plt Bupati Paniai akan berakhir 23 Juni dan masyarakat Paniai hanya tau itu bahwa Yohanes Youw berhenti pada 23 Juni. Jadi, jika dipaksakan dan akan menimbulkan konflik besar, siapa yang akan bertanggungjawab?,“ pungkasnya. (A. Gobai)

 

Tinggalkan Balasan