Windi Harto: Masyarakat Keerom Bergandengan Tangan Jaga Kamtibmas

KEEROM (BINPA) – Kapolres Keerom AKBP. Muji Windi Harto, S.IK.SH mengajak  seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom  bergandengan tangan menjaga situasi dan kambtimas di wilayah Kabupaten Keerom. Ajakan itu terkait pasca pengoboman yang terjadi di Surabaya dan Pekan Baru Riau.

 

Demi mewujudkan Kamtibams di Kabupaten Keerom pasca pengemboman di Surabaya dan Pekan Baru Riau, Bupati Keerom, MUh Markum mengumpulkan semua beberapa tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan dan menghasilkan beberapa pernyataan sikap. Diantaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Katolik, Gereja Kristen Injil (GKI) dan Hindu menyatakan, mengutuk keras dan menolak teror bom dan kaum radikal seperti yang terjadi di Surabaya dan Pekan Baru Riau.

Menyikapi hal itu,  Kapolres Keerom Muji Windi Harto mengajak kepada seluruh masyarakat di Keerom  tidak takut terhadap aksi terorisme dan tetap bergandengan tangan, menolak dan mengutuk keras adanya peledakan Bom Bunuh Diri yang dilakukan teroris.

 

“Agama manapun, termasuk ajaran agama Islam tidak identik dengan terorisme. Karenanya mari kita  bergandengan tangan menjaga kedamian dan rasa aman yang sudah mengakar di Kabupaten keerom dan merawatnya terus-menerus supaya tetap aman dan damai,” kata

Kapolres Keerom AKBP. Muji Windi Harto pada pertemuan Rapat Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tahun 2018, di Aula Kantor Bupati Keerom, Rabu (16/5) lalu.

Menurutnya teroris tidak identik dengan suatu ajaran agama manapun, termasuk  Islam. Dengan demikian masyarakat di Kabupaten Keerom jangan takut dengan teroris. Kita lawan dengan bergandengan tangan menjaga situasi dan kamtibmas di wilayah Kabupaten Keerom. (Rhy)

Tinggalkan Balasan