Di Keerom, OAP Banyak Gunakan Alat Konstasepsi

KEEROM (BINPA) – Orang Asli Papua (OAP) di kabupaten Keerom sudah banyak yang menyadari betapa pentingnya membangun keluarga yang memenuhi standar kesehatan. Penyadaran OAP ini termasuk menyadri pentingnya menggunakan alat kontrasepsi dalam rangka menjaga jarak kelahiran yang bermuara pada membangun keluarga yang terencana dan berkualitas.

“Jadi banyak pasangan subur Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Keerom  yang menggunakan alat Kontrasepsi seperti Pil, Suntik, Implant, IUD dan Kondom. Banyak sekali yang paham dan mengerti manfaat mengatur jarak kehamilan. Bahkan,  Ibu- ibu asli Papua banyak yang sudah menjadi kader akseptor KB. Mereka sangat paham berbagai resiko terhadap kesehatan ibu,” kata Kepala Dinas Pengendalan Pendudukan dan KB Kabupaten Keerom Drs. Herman Raya melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Kab Keerom Enos Abisay, S.Sos kepada Bintang Papua saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/5) kemarin.
Dia mengaku banyak ibu-ibu yang sudah melakukan Pelayanan Alat Konstasepsi KB Bagi Pasangan Usai Subur bagi Orang Asli Papua (OAP) diwilayah Distrik Arso dan Wilayah Distrik Arso  Timur pada tanggal 27 dan 28 April 2018 lalu. Mereka memahami terlalu dekat jarak kehamilan, dalam keadaan seperti itu aka nada resiko kesehatan yang buruk bagi Ibu dan anak. Bahkan mereka sudah mulai memahami terlalu banyak melahirkan, pastinya akan beresiko bagi kesehatan ibu. Sehingga mereka bisa menghindari dengan  dengan cara menggunakan alat konstrasepsi yang dilayani  petugas.

 

“Memang, kita harus banyak mensosialisasikan bagaimana menata keluarga yang berkualitas dan mendorong pemahaman warga asli bagaimana mempersiapkan SDM yang handal ke depan,” katanya. (Rhy)

Tinggalkan Balasan