Ormas Berpartisipasi Aktif dalam Pembangunan

KEEROM (BINPA) – Penting bagi setiap organisasi kemasyarakatan untuk mampu memahami akan hak dan tanggung jawab untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan Nasional.

Diungkapkan Bupati Keerom MUH Markum, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati,MM pada sosialisasi Ormas,bahwa hal itu demi terciptanya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat 2.

“Setiap orangwajib menghormati hak asasi manusiadan wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan undang- undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain,” ungkapnya.

Foto : Suasana Sosialisasi Ormas di Kabupaten Keerom, Jumat (4/5) lalu.

Untuk memenuhi tuntutan yang adasesuai dengan pertimbangan moral, nilai- nilai agam, keamanan dan ketertiban umum dalam masyarakat yang demokratis.
Sosialisasi peraturan perundang- undangan merupakan upaya untuk penyamaan persepsi dan pemahaman secara jelas dan gamlang terhadap undang- undang Nomor 17 Tahun 2013, yang telah diubah menjadi undang- undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas. Serta Permendagri Nomor 57 Tahun 2017.

“Salahsatu hal yang terpenting dan perlu diigat bahwa peraturan ini melarang melakukan tindakan permusnahan, penistaan, penodaan terhadap agama, rasa tau golongan,”jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Seni Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbangpol Kabupaten Keerom, Jufri Tawaetubun mengatakan, di Kabupaten Keerom ada 182 Organanisasi Masyarakat (Ormas), yang terdiri Ormas keagamaan, pemuda, pagujuban,perempuan dan lain sebagainya.

“Kegiatan sosialisasi ini agar Ormas yang ada di Keerom dapat mengetahui undang-undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Ormas dan peraturan Permendagri Nomor 57 Tahun 2017,”ungkapnya kepada Bintang Papua saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (16/5).(rhy)

Tinggalkan Balasan