Mahasiswa Mampu Jawab Tantangan Global

JAYAPURA (BINPA) – Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Isak Rumbarar, ST menyatakan, mahasiswa harus mampu menjawab tantangan perkembangan global di masa kini dengan baik. Sebab, kemajuan, perkembangan dan  pembangunan di Papua semakin meningkat. Maka, tenaga kerja untuk membangun sudah harus siap. Terutama tenaga-tenaga mahasiswa teknik sipil.

“di tanah Papua membutuhkan perencana-perencana kerja sipil yang luar biasa.  Misalnya, pembangunan jalan dan pembanguna lainnya. Mahasiswa teknik sipil harus betul-betul bisa menjadi orang sipil yang berwatak keilmuan yang pandai,” kata Rumbarar dalam sambutanya sebelum membuka kegiatan Temu wicara Regional III Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTI) Wilayah XVI Papua dan Papua Barat di Auditorium USTJ, Abepura, Selasa (15/5).

Menurutnya, menjawab tantangan itu, tentunya mahasiswa harus membagi informasi dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus berkompetensi dalam  menghadapi kerja-kerja. Supaya mahasiswa teknik sipil mampu menjawab tantangan global dengan baik.

“Program Teknik Sipil harus dikuatkan Prodi Teknik Sipil agar prodi  bisa studi kelanjutan,” katanya.

Meningkatkan kualitas SDM, perlu melakuakn pendakatan budaya. Budaya antar mahasiswa teknik sipil harus dijaga dan dibina. Misalkan, dibuat sebuah honai. Dari pandangan Teknik Sipil akan mendesain perumahan honai itu sesuai dengan kearifan lokal dengan gaya kehidupan budaya dari daerah asal setempat.

“Cara dan padangan itu, mahasiswa teknik sipil sudah bisa melakukannya,” katanya.

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BEM PT), Petronela Yigibalon, menuturkan, ucapan terimakasih dan bangga kepada mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang teklh hadir dalam kegiatan Temu Wicara FKMTI Wilayah XVI Papua dan Papua Barat.

“Saya merasa bangga, karena mahasiswa Teknik Sipill sudah berani melakukan kegiatan dengan mengedepankan kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Ia berharap kepada mahasiswa dan mahasiswi agar renda hati. Karena kerendahan hati, rentetan kegiatan akan berjalan dengan baik adanya.

Mewakili Ketua Prodi Teknik Sipil,  Dominggus Bakarbessy, MT menyatakan, jurusan teknik sipil adalah salah satu dari sekian jurusan termasuk  pelaku pembangunan di dunia.

“Saya berharap kepada mahasiswa/I teknik sipil, selain belajar jurusan teknik sipil, harus juga mendisiplinkan ilmu dengan ilmu-ilmu lainnya,” harapnya.

Sementara, Ketua Panitia, Ancel Hasdioanto menyatakan, kegiatan bertujuan untuk mempersatukan persaudaraan dalam FKMTI  yang memiliki budaya masing-masing. Dan menjadi satu untuk membangun Papua jauh lebih baik melalui kerja-kerja teknik.

Ia menyebutkan kehadiran berbagai Peguruan Tinggi di Papua dan Papua Barat, diantaranya, Poleteknik Katolik Sains Paul Sorong, Univeristas Muhamadiya Sorong, Unversitas Naniwili, Universitas Musamus Merauke, Universitas Cendrawasih (Uncen) YAPIS JAyapura dan USTJ.

“Kegiatan itu akan berjalan selam lima hari mulai dari tanggal 15 Mei-19 Mei 2018. Hari pertama, dilakukan seminar. kedua, pengadian masyarakat dengan melakuakan penanaman bibit pohon di poros jalan sentani dan Study Tour di Jembatan Holtekam. Ketiga dan keempat, Konfrensi FKMTI Kelima, penutan.

Ia berharap, teknik sipil itu agar menyatuhkan pendapat untuk membangun Papua jauh lebih baik. Membangun Papua bukan lulusan dari luar Papua. Tetapi lulusan dari dalam papua.

Ia menyatakan, thema yang diangkat dalam kegiatan itu, ialah “Combine Sipil Culture Engineering” yang artinya, mengaja mahasiwa menanamkan budaya perencanaan dan budaya kebersamaan yang berasal dari budaya kreativitas dan iinovatif untuk membangun kekeluargaan mahasiwa demi pembangunan di Papua. (A. Gobai)

 

Tinggalkan Balasan