Buku Intelijen dan Pilkada Pendekatan Baru dalam Politik

JAYAPURA(BINPA) –Ada yang menarik dari bedah buku karya Stepi Ariani  yang berlangsung diCafe Humbold Entrop Jayapura, Rabu (16/5), yang berjudul Intelijen dan Pilkada.

Dalam bedah buku yang menghadirkan Pangdam XVII Cenderawasih,Kapolda Papua  dan KPU Provinsi Papua, Stepi Ariani mengatakan buku setebal 241 halaman tersebut berkaitan dengan  intelijen dan pilkada dalam pendekatan stategis menghadapi dinamika pemilu.

Ia menjelaskan buku intelijen dan pilkada tersebut memberikan pendekatan baru dalam strategi politik dan pemilu,khususnya di Indonesia.

“Karena Pilkada adalah adu gagasan demi memberikan yang terbaik untuk rakyat,maka strategi pemenangannya penting untuk dicermati,” kataanya kewartawan di Jayapura,Rabu (16/5).

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah pendekatan intelijen,dan inilah yang menjadi fokus utama buku tersebut.

Perempuan yang pernah menjadi tenaga ahli di DPR ini menjelaskan,orang awam kerap kali memandang intelijen menakutkan karena sering dilihat dan diopinikan sebagai instrumen kekerasaan politik oleh negara terhadap rakyatnya.

“Padahal intelijen itu instrumen negara untuk menjaga eksistensi dirinya agar tetap berdaulat,aman dan nyaman dihuni oleh rakyatanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Boy Rafli Amar mengatakan, melihat buku tersebut dirinya menyimpulkan bahwa intelejen sebagai sarana yang sangat penting apalagi dalam pilkada agar pilkada dapat berjalan dengan aman dan tentram jauh dari konflik serta hal-hal yang anarkis.

“Kepada paslon Pilkada juga harus menyelesaikan pilkada dengan bermartabat, tidak money politik dan menggunakan kampanye hitam,” kata Kapolda.

Ditempat yang sama, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Supit menjelaskan, intelejen bisa juga seperti penyelidikan tentang lawan kita siapa, tim suksesnya dan siapa pendukung partai dan berapa masanya.

Menurutnya, Pilkada juga bersaing merebut kekuasaan dan dalam politik siapa yg bermain dalam politik yaitu partai politik sebagai peranan tertinggi.

Senada dengan itu, Ketua KPU Papua, Adam Arisoy bahwa KPU berkeinginan supaya adanya kerjasama intelejen TNI/Polri agar bisa maksimalkan keamanan.

“KPU sudah maksimal melaksanakan persiapan pilkada. Paslon mengikuti prosedur yg ada. Partai politik dan tim sukses berkomunikasi dengan baik bersama KPU agar pilkada berjalan dengan lancar.(Kar)

Tinggalkan Balasan