Pembunuhan Alex Metubun Direkonstruksi

TIMIKA (BINPA) – Polsek Kuala Kencana mengelar reka ulang pembunuhan dengan tersangka AW (22) terhadap korban Alex Metubun alias Yali Metubun di Jalan Cenderwasih di akhir tahun 2017 lalu, dengan tempat kejadian isebuah aliran sungai di SP 3 Distrik Kuala Kencana, Jumat (11/5).

Dalam 21 adegan rekonstruksi tersebut diketahui pelaku membunuh korban dengan cara membacok korban sebanyak dua kali di kepala bagian belakang menggunakan sebilah parang yang mengakibatkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri hingga ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan adegan yang dilakoni, pelaku terlihat korban dan pelaku merupakan teman baik. Kejadian berawal dari korban dan pelaku menghadiri pesta goyang  untuk menyambut malam pergantian tahun  baru di depan  rumah negara.

Usai bergoyang keduanya berjalan kaki ke TKP yang diperkirakan berjarak lima kilometer, sambil berbincang-bincang ke kediaman keluarga Yanengga yang berada di SP 3, selanjutnya keduanya melanjutkan perjalanan hingga tiba di TKP

Namun, ternyata acara pesta sambut tahun baru sudah selesai. Pelaku dan korban pun ingin kembali ke tempat semula sambil membawa parang yang dibawa dari rumah milik Rudi Murib.

Dalam percakapan keduanya, korban menceritakan, bahwa aksi pembunuhan yang menewaskan Neslon Wanimbo yang terjadi  di jalan Busiri beberapa waktu lalu dilakukan oleh kerabat korban. Mendengar hal tersebut pelaku pun sakit hati terhadap pelaku.

Dalam perjalanan,sesuai dengan rekonstruksi adengan 14, tiba-tiba pelaku pun mengayunkan parang kearah korban sebanyak dua kali. Korban pun berusaha kabur, namun, dikejar oleh pelaku  karena korban melakukan perlawanan.

Pelaku pun kembali mengayunkan parang  beberapa kali ke arah korban yang membuat korban terjatuh dalam posisi tengkurap di pinggir kali.

Melihat korbannya sudah tidak berdaya, pelaku pun melarikan diri dengan membuang parang ke semak-semak yang tidak jauh dari tempat kejadian peristiwa.

Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan Plitomo mengatakan, pelaku setelah melakukan aksinya,berusaha kabur ke Kabupaten Jayawijaya. Kepolisian yang mendapatkan informasi dari sejumlah saksi berusaha mengejar pelaku dan bekerjasama dengan kepolisian setempat.

“Setelah lima hari usai kejadian tersebut, pelaku berhasil kita tangkap di Wamena tanpa perlawanan,” kata Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan kepada wartawan di Polsek Kuala kencana, Jumat (11/5).

Akibat kejadian ini, kata Kapolsek, pelaku  dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dengan Subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Jrl).

 

Tinggalkan Balasan