Pasukan Yon Maeini Pasrat Amphibi Kuasai Dermaga Pomako

 

TIMIKA (BINPA) – Pasukan Pendarat (Pasrat) Amphibi dari Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Korps Marinir Pasmar 1, berhasil menduduki dan menguasai Dermaga Pomako Timika dalam puncak Latihan kesiapsiagaan Operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI TA 2018. Bertempat di Dermaga Pomako Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika, Sabtu Dini hari (12/5).

Dalam skenario latihan PPRC TNI TA 2018 tersebut dermaga Pomako telah dikuasai oleh pihak musuh.

Kompi F Batalyon Infantri 3 Korps Marinir  yang dipimpin oleh Komandan Kompi Kapten Marinir Patrick dan juga diikuti langsung oleh Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Laksma TNI Irvansyah yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Barat (Danguspurlabar), dipercaya untuk merebut kembali Dermaga Pomako yang telah dikuasai oleh musuh dengan menggunakan taktik Pendaratan Secara Khusus (Ratsus) dimana situasi dan kondisi dermaga Pomako sulit untuk didaratkan kendaraan tempur Tank Amphibi.

Dalam operasi tersebut dengan senyap dan dalam cuaca yang buruk satu kompi Ratsus berhasil mendarat dengan sempurna. Kemudian Kompi Ratsus secara senyap dan dengan konsentrasi penuh serta kewaspadaan tinggi, mereka menuju kesasaran yang telah ditentukan dan menemukan sasaran yang telah ditentukan Kompi Ratsus menggempur dan melumpuhkan musuh yang berada di sasaran.

Setelah selesai melumpukan musuh dan menduduki sasaran, kompi Ratsus Yonif 3 Korps Marinir mengadakan konsolidasi untuk memastikan kembali bahwa sasaran telah berhasil direbut kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Korps Marinir TNI AL merupakan salah satu pasukan yang tergabung dalam PPRC TA 2018, merupakan salah satu pasukan yang siap digunakan kapanpun dan dimanapun untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Dalam latihan Kesiapsiagaan Operasi PPRC TNI 2018 ini melibatkan 8.018 prajurit TNI yang terdiri dari pelaku dan penyelenggara latihan ini dan melibatkan tiga unsur matra yakni, Satuan Tugas Darat (Sagasrat), satuan Tugas Laut (Satgasla) dan Satuan Tugas Udara (Satgasud). Latihan ini merupakan salah satu bagian dari Program 100 hari kerja Panglima TNI sebagai quick win TNI.

Selain itu juga Latihan PPRC TNI dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang merupakan program lanjutan dari latihan yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing angkatan secara bertahap. Latihan PPRC tahun ini dilaksanakan di tiga trouble spot yaitu di Timika, Morotai dan pulau selaru dan dipilihnya Pulau Morotai, Selaru dan Timika sebagai tempat latihan PPRC karena merupakan pulau terdepan NKRI yang memiliki tantangan alam yang berbeda dibandingkan dengan tempat yang lain di Indonesia. (Jrl).

Tinggalkan Balasan