Gunakan Media Internet Secara Positif

KEEROM (BINPA) – Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM mengatakan, peran media memiliki peran yang sangat penting untuk ikut mensosialisasikan, mencegah peredaran Minuman Keras (MIRAS), Narkoba bahkan ikut menjadi narasumber untuk mengajarkan kepada anak- anak remaja dalam menggunakan internet, terutama media sosial (Mensos) yang sehat dan positif.
Saat ini anak-anak remaja memakai Media Sosial (Mensos) menggunakan aplikasi gambar-gambar yang tidak sehat atau gambar-gambar vorno. Yang juga dikhawatirkan kekerasan terhadap anak, yang dapat merubah perilaku anak.
Hal itu dikatakan Sekda Keerom Blasius Waluyo Sejati kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/5).

“Kami anggap bahwa peran media sangat penting untuk ikut mensosialisasikan bagimana mencegah peredaran Miras dan Narkoba di Kabupaten Keerom,” ungkapnya.
Oleh karena  itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mencoba memulai menerapkan apa kontrol secara bertahap dan secara berkelanjutan dari semua stekholder.

Seperti dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Keerom, yang bergerak mensosialisasikan bahaya dari Bahaya HIV AIDS, Narkoba, Miras.

“Sehingga pada anak-anak remaja di sekolah, guru-guru harus melakukan kontrol terhadap siswa dalam menggunakan hand phone,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, diberikan kebebasan anak saat jam belajar, pastinya tidak lagi belajar dan hanya menggunakan hand phone saja.
Untuk itu, sekolah yang telah membuat aturan ke siswa bahwa dilarang keras mengunakan hand phone saat jam belajar.

Hal itu sangat diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Keerom, akan tetapi ketika harus membawa hand phone untuk ana-anak sekolah harus juga dipertimbangan secara baik.

Ia mencontohkan, bagi anak sekolah yang tinggal jauh dan harus menghubungi saudara untuk menjemput dan lain sebagainya.

“Sekolah harus melihat ini sebagai sebuah yang harus dibijaksanai,” ujar Setda.
Ia menambahkan, terkait dengan Miras, tim operasi yustisi dari pemerintah daerah gabungan baik itu Satpol PP, Polres Keerom  dan terkiat lainya telah melakukan sweeping.

Dari data ditemukan di Pir 1 Distrik Arso Timur, ditemukan 12 rumah yang mengkomsumsi Minuman Lokal (Milo) dan di Kampung Yowoung ditemukan 1 rumah.

“Barang yang disita menunjukkan sesungguhnya sebuah gejala dan kondisi ril yang menyatakan bahwa sebagian masyarakat tidak mendukung memberantasan miras di Keerom secara optimal,” jelasnya.

Masyarakat, menurutnya, banyak yang berbuat baik dan mendukung ditiadakannya miras.

“Tetapi kita berbicara perilaku oknum- oknum tertentu. Di bulan lalu sebanyak 6 orang kehilangan nyawa, tetapi kamarin masih ada yang mengkomsumsi Miras. Jumlah yang disita jenis Milo sebanyak 400 liter,” ungkapnya.(rhy)

Tinggalkan Balasan