Pemilihan Ketua KNPI Yahukimo Tak Berjalan Sesuai AD/ART

YAHUKIMO (BINPA) – Pemilihan Ketua KNPI  di Kabupaten  Yahukimo yang sudah digelar pada  Jumat  kemarin di nilai tidak berjalan sesuai Angaran Dasar (AD) dan  Anggaran Rumah Tangga (ART) dalam pemilihan Ketua KNPI.  “Rapat pimpinan sudah diselenggarakan dan berjalan baik. Pada saat masuk  sesi musyawarah, teman teman dari provinsi tidak atur baik  sesuai AD/ART KNPI.  Meraka tidak melihat juga criteria calon ketua. Sama juga yang dilakukan  DPD KNPI kabupaten tidak memamtuhi baik AD/ART,” kata salah satu calon ketua KNPI kabupaten Yahukimo,  Matias Suu  saat menggelar jumpa pers di Kantor Komunikasi dan Imformasi (KOMINFO),  Senin (7/5).

Dia  mengatakan, pada Jumat itu ketua pimpinan sidang melakukan Rapim  di Aula Dinas Pendidikan yang di selenggarakan oleh tim dari Provinsi Papua. Dalam proses itu lampu padam dan rapat pending dan disepakati dilanjutkan setelah lampu menyala. Namun, tiba- tiba ada orang bermain dan pemilihan dianggap sudah selesai.

Dia menjelaskan dalam mekanisme yang benar seharusnya melalui proses pencalonan  yang diusulkan dari masing-masing distrik sekurang-kurangnya lima perwakilan dari distrik. Mekanisme ini dilewati saja. Seharusnya yang mencalonkan ketua itu dari masing-masing distrik sekurang-kurangnya lima perwakilan distrik setuju atau tidak setuju dengan calon yang dipilih. Jadi, kriteria calontidak jalan sesuai AD/ART.

“Dalam AD/ART KNPI itu suda jelas, orang yang jadi ketua itu jika suda memenuhi suara 25 persen. Kalau belum memenuhi kriteria itu maka disiasati mekanisme aklamasi atau voting,” katanya.

Dia menjelaskan dalam pemilihan selisih suara pemenang pertama 19 suara dan kedua 12 suara. Setelah itu,  lampu mati sidang di skor dan dilanjutkan besoknya. Tetapi, pimpinan sidang dari Provinsi langsung menetapkan ketua terpilih.

“Kami semua protes. Karena tidak di hadiri calon-calon yang mendapatkan suara pada putaran pertama. Bisa dilakukan seperti itu, seharusnya kumpulkan semua yang memiliki suara, seperti pemenang pertama yang mengantongi 19 suara dan pemenang kedua 12 suara dikumpulkan untuk menyepakti siapa ketua dan siapa wakil untuk membentuk pengurus lengkap dan diplenokan sesuai AD/ART KNPI,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pemenang kedua,  Zakeus Yando membeberkan, hasil Musda KNPI Kabupaten Yahukimo itu tidak sah dan yang melegalkan itu KNPI Propinsi.

“Saya menyatakan proses itu tidak sah karena tidak berjalan sesuai aturan, itu pertama dan yang kedua beberapa kriteria yang ada dalam KNPI secara Nasional suda di lalaikan berdasarkan AD/ART,” katanya.

Dia mengaku seharusnya pengurus KNPI Propinsi harusnya  bijak dalam mengambil kebijakan. Karena bicara KNPI adalah organisasi yang menghimpun pemuda pemuda tidak mudah hanya main tunjuk.

“Saya sudah sampaikan hasil peleno  itu tidak sah, walau sudah dibawa ke Jayapura untuk di SK kan. Kami tetap menunut Musda ulang,” katanya.

Perwakilan dari 19 OKP, Yutia Sobolim mengaku  kecewa melihat situasi yang suda berjalan itu tidak sesuai aturan. “Jadi kami tanyakan Kepada DPD KNPI Provinsi tujuan apa datang di Dekai, apakah datang membantu penyelenggaraan Musda yang baik atau bukan. Karena perwakilan dari 19 OKP yang terdaftar di DPD KNPI Kabupaten Yahukimo, kami  seccara tegas menolak hasil dari rapat itu. Dan kami tidak akui nanti pengurus yang baru,” katanya. (AB)

 

 

Tinggalkan Balasan