Pelaku Pemukulan Terhadap Mando Mote Harus Dicopot

JAYAPURA (BINPA) – Ketua Dewan Kehormatan Majelis Rakyat Papua (MRP), Yuliten Anouw, SE meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol Drs. Boy Rafly Amar, M.H agar pelaku pemukulan terhadap Mando Mote yang menjabat sebagai kepada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai harus dicopot dari jabatannya.

“Kapolda Papua harus memberikan sangsi kepada pelaku pemukulan terhadap Mando Mote. Apalagi Mando Mote adalah Pomong Praja yang selesai dari IPDN. Dia (pelaku-Red) harus diberikan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan harus dicopot,” kata Anouw Kepada Bintang Papua di Ruang Dewan Kehormatan MRP, Abepura, Senin (7/5).

Ia menilai kasus keributan dan pemukulan terhadap Mando Mote adalah tindakan yang brutal dan tidak manusiawi. Tindakan itu, juga terjadi karena ada kesalahan yang tercipta dari Komis Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai yang membatasi masyarakat untuk menyaksiksan debat Kandidat II di Gues House Kabupaten Nabire.

“Aksi Mando Mote wajar dan benar. Karena dia (Mando Mote–Red) Yang memperpanjang dan menyambungkan isi hati masyarakat Deiyai untuk menyaksikan debat Kandidat II di Gues House, Nabire.  Namun dibatasi hanya karena masalah ID Card.  Karena, debat Kandidat adalah salah satu bahan kampanye kepada masyarakat. Dan masyarakat harus saksikan. Sehingga, masyarakat bisa tahu visi dan misi pembangunan Kabupaten Deiyai kedepan,” ungkapnya.

Kata  Anouw, karena dibatasi. Dan terjadi adu argumen, dimana Mando Mote menginginkan masyarakat Deiyai harus saksikan. Malah Mando Mote yang mengalami pukulan. Tindakan aparat yang tidak mengedepankan sikap kepolisian yang profesionalisem.

“Saya minta Kapolres Nabire harus bertanggungjawab terhadap anggota polisi yang memukul Mando Mate. Juga kepada Wartawan Jubi, Abeth Youw yang mengalam kekerasan dari seorang Aparat polisi,” katanya.

Kata Anouw: “ Kalau Kapolres Nabire tidak bisa memberikan sangsi kepada Pelaku. Kapolda Wajib mencopot keduanya. Kapolres Nabire dan pelaku pemukulan terhadap Mando Mote,” ungkapnya. (A. Gobai)

Tinggalkan Balasan