Divonis Calon Wabup Puncak AWM Terbukti Berijazah Palsu

JAYAPURA (BINPA) – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jayapura yang dipimpin Pahatar Simarmata, SH, M.Hum selaku hakim ketua memvonis  Calon Wakil Bupati Kabupaten Puncak, Alus Wuka Murib terbukti menggunakan ijazah palsu.

Vonis tersebut diputus pada sidang yang digelar Senin (7/5)  di ruang sidang  M. Soeprapto, Pengadilan Tinggi Jayapura, dengan agenda sidang banding  dari Kejaksaan Negeri Nabire, atas perkara Tindak Pidana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Tahun 2018 dengan terdakwa Alus Wuka Murib. Dengan dibantu  I Made Suraatmaja, SH, MH (hakim anggota), JPL Tobing, SH, MH (hakim anggota) dan Suyatmi, SH, MH (panitera pengganti), majelis hakim mengeluarkan amar putusan perkara pidana tingkat banding nomor : 30 / Pid. Sus / 2018 / PT. JAP tertanggal 7 Mei 2018 dengan menyatakan menerima memori banding dari JPU dan penasehat hukum terdakwa.

Laode M Rusliadi,SH selaku kuasa hukum Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Puncak, Repinus Telenggen-David Ongomang (TENANG) yang mengajukan gugatan sengketa Pilkada Kabupaten Puncak, menceritakan bahwa, majelis hakim dalam amar putusannya tegas bahwa terdakwa telah  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah  palsu sebagai syarat pencalonan Wakil Bupati Pilkada Kabupaten Puncak.

“Majelis hakim Pengadilan Tinggi Jayapura juga menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun,” katanya  kepada wartawan di Jayapura, Senin (7/5).

Masih dalam amar putusan tersebut, Alus Wuka Murib (calon Wakil Bupati Kabupaten Puncak) tidak perlu dijalani pidana tersebut, kecuali di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain. Karena terpidana melakukan tindak pidana sebelum habis masa percobaan selama 2 (dua) tahun.

Dia membeberkan,  pada sidang yang tidak dihadiri  pihak terdakwa dan penasehat hukumnya, maupun pihak Jaksa Penuntut Umum, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebanyak Rp.36 juta.

Untuk memantau jalannya persidangan, Medinus Kogoya selaku Ketua Tim Sukses dan sejumlah anggotanya datang ke Jayapura.

Kepada wartawan, Medinus Kogoya menyatakan, putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jayapura tersebut telah inkrah  atau tidak ada lagi upaya hukum yang lebih tinggi.

“Karena itu, kami mendesak kepada KPU selaku penyelenggaran tahapan Pemilukada di Kabupaten Puncak  untuk mendiskualifikasi Calon Wabup Puncak Alus Wuka Murib,” ujarnya kepada wartawan di Jayapura.

Dia menegaskan dengan bukti-bukti yang jelas dan terbukti di pengadilan, Tim Sukses Tenang meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar.  “Kami minta semua masyarakat dan semua pihak di Kabupaten Puncak tetap tenang dan percaya pada proses hukum yang ada,” tegasnya. (Aj)

 

Tinggalkan Balasan