Guru Mangkir, di Berikan Sangsi Tegas

KEEROM (BINPA) – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom Drs. Blasius Waluyo Sejati,MM menegaskan, bagi tenaga guru yang tidak melaksanakan tugas di lapangan dengan penuh rasa tanggung jawab (mangkir) akan dikenakan sangsi secara tegas. Penerapan sanksi itu  sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) 53 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga sanksi yang diberikan bagi guru sangat jelas.

“Kami tidak asal memberikan sanksi.
Sanksi yang diberikan bagi tenaga pendidikan dilakukan secara bertahap seperti pada teguran lisan dan lain sebagainya. Sehingga ini menjadi perhatian bagi tenaga guru di Kabupaten Keerom untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Ini demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Keerom,” kata
Sekda Keerom Blasius Waluyo Sejati kepada wartawan saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei Tahun 2018 di Kabupaten Keerom, di Lapangan Swakarsa, (2/5).

Menurutnya  guru yang tidak melaksanakan tugas dengan baik dan selalu meninggalkan tempat tugas. Aturan akan diterapkan secara tegas  ssuia peraturan pemerintah (PP) Nomor 53 tentang ASN. Meskipun itu masih ada guru yang sering mangkir dari tempat tugas, tetapi semua itu akan terus diberikan ingatan agar dapat melaksanakan tugas secara baik,” katanya.

Saat ditanya soal guru di Kabupaten Keerom telah mencukupi atau masih kurang,  Sekda menyampaikan, berbicara soal kuantitas mau dibilang cukup tidak terlalu cukup. Dibilang kurang tidak juga.

“ Yang jelas bahwa pemerintah Kabupaten Keerom akan terus berusaha mengoptimalkan guru yang ada atau diberdayakan. Tetapi jika masih ada formasi guru pastinya tetap menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Keerom,” ujarnya.  (Rhy)

Tinggalkan Balasan