Pokja Perempuan Turlap di Lima Kabupaten

JAYAPURA  (BINPA) – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) yang membidangi Pokja Perempuan, Debora Mote mengatakan, untuk mengimplementasi kerja-kerja Pokja Perempuan dalam triwulan ke dua tahun 2018. Pokja Perempuan akan turun lapangan di lima kabupaten yang terdapat pada lima wilayah adat Provinsi Papua.

“Kami akan turun lapangan  memberikan pencerahan kepada warga tentang  penguatan  Kapasitas Kelembagaan Perempuan Asli Papua dan pendataan dan pemantauan Narkoba bagi anak-anak usia duniai. Menjaikan di lima kabupaten,” kata Mote Kepada Bintang Papua Ketika ditemui ruang kerja, Jumat (27/4).

Lima kabupaten itu diantara, Wilayah Meepagi di  Kabupaten Dogiyai. Wilayah Saireri di Kabupaten  Supiyori. Wilayah Tabi di kabupaten Jayapura. Wilayah Ha anima di Kabupaten  Mapi. Wilayah Lapago di Kabupaten Punjak Jaya.

“Memilih lama kabupaten itu karena belum dibentuk organisasi komunita adat perempuan. Kami akan ke lima kabupaten selama lima hari,” katanya.

Kata Mote, tema akan diangkat saat berlangsung adalah “Sosiaisasi bahaya narkoba. Dan Sub Thema: Selamatkan Perempuan dari ketertinggalan, keterbelakangan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan dan Selamartkan anak Asli Papua adalah selamat perenerus papua.

“Kami  merasa penting melakukan sosialaisasi ini. Karena masa depan anak asli Papua dan perempuan menjadi lebih baik,” katanya.

Komunitas adat sangat penting dibentuk. Karena wadah itu bertujuan untuk merangkul dan menyatuhkan kesepahaman, persatuan dan membelah hak-hak perempuan secara kolektik.

“Sehingga, perempun Papua  juga mengkritisi ketertinggalan dari  kebijakan pemerintah setempat sesuai dengan  adanya UU Otsus. Perempuan Papua harus dikhusukan,” katanya.  (Alex Gobai)

 

Tinggalkan Balasan