Mendalami Perikanan dan Kelautan Empat Mahasiswa Dikirim ke Norwegia

 

JAYAPURA (BINPA) – Demi mendorong skill Sumber Daya Manusia (SDM) dan memanfaatkan kekayaan alam Papua di bidang perikanan dan kelautan. Pemerintah Kabupaten Jayapura mengirim empat mahasiswa kuliah di Norwegia. Mereka  mendalami perikanan dan kelautan disana. “Tahun ini,  kami mengirim empat mahasiswa untuk melanjutkan studi di Norwegia,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura, Aleks Rumbobiar di Sentani, Jayapura, Jumat (6/4).
Menurutnya memilih Norwegia sebagai tempat studi mendalami perikanan dan kelautan bagi Mahasiswa Papua dengan pertimbangan, di Norwegia memiliki sistem terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan. Dan Norwegia memiliki predikat sangat baik dalam sektor perikanan dan kelautan. Pada hal, Negara tersebut hanya sebuah Negara kecil dan potensi perikanan dan kelautan kalah jauh dengan luasan wilayah laut Propinsi Papua. “Itu yang menjadi kriteria utama, kami mengirim Mahasiswa ke Norwegia study perikanan dan kelautan,” katanya.

Dari sudut luas wilayah, Norwegia, kata Rumbobiar hanya negara kecil dengan luas wilayah 385.199 Km2 dan hanya memiliki  garis pantai sepanjang 83.000 km. Namun, Norwegia merupakan negara yang maju didalam industri perikanan. Kemampuan negara ini dalam mensejahterakan warga negaranya dengan memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki.

 

“Saya berpikir mengapa kita tidak menjadikan Norwegia sebagai contoh (role model) bagi pengembangan perikanan dan kelautan di Papua. Bagaimana  meminist yang baik.  Bayangkan, dari PDB (produk domestik bruto) per kapita sebesar 83.485, negara ini menempati posisi kedua Negara dengan PDB terbesar di dunia, dibawah Luksemburg.”

Dia menjelaskan, Norwegia merupakan pemasok ikan dan produk ikan terbesar di Eropa. Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, nilai ekspor negara tersebut meningkat dua kali mencapai 30 milyar NOK. Hampir 95 % hasil produk ikan dari negara ini diekspor, dalam bentuk lebih dari 2.000 jenis produk ke sekitar 160 negara. Negara beribukota Oslo tersebut berhasil memanfaatkan bisnis budidaya ikannya hingga USD10 miliar per tahunnya.

Rumbobiar mengaku itulah alas an mendasar empat Mahasiswa Papua dikirim ke Norwegia. Supaya merreka lebih fokus mendalami bidang bidang perikanan dan kelautan.

“Saya amati di Norwegia itu, ada beberapa lokasi yang  hampir sama dengan daerah-daerah yang ada di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Disamping itu, ahli perikanan dari Norwegia yang melakukan kajian yang sama di Indonesia dan khususnya di jayapura berpendapat,  sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Jayapura sangat potensial.

“Setelah kajian itu, ada kerja sama pengiriman mahasiswa secara khusus untuk bidang perikanan dan kelautan,” katanya. (Yft/Karlos/*)

Tinggalkan Balasan