Tahun 2018 Tidak Ada Pembangunan Perumahan Transmigrasi

KEEROM (BINPA) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Keerom, Julito Pereira,S.Sos mengatakan, ditahun anggaran 2018 ini tidak ada pembangunan perumahan transmigrasi lokal dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Keerom. Yang ada hanya ditahun anggaran 2017 lalu. Dimana pemerintah Pusat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Keerom telah membangun 50 Unit Perumahan Lokal dan 50 unit rumah tersebut telah ditempati oleh masyarakat transmigrasi lokal di SP 2, Kampung Woslay, Distrik Senggi Kabupaten Keerom.

Akan tetapi, ditahun anggaran 2019 mendatang, pemerintah Pusat dan Kabupaten Keerom merencanakan pembangunan pemukiman Transmigrasi lanjutan dari sisa dana Kampung Senggi. SP 2 sebanyak 100 kepala keluarga (KK). Demikian dikatakan Julito Pereira kepada Bintang Papua, saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, senin (26/3) lalu.

“ Jadi di tahun anggaran 2018, tidak ada pembangunan perumahan transmigrasi lokal di wilayah Distrik Senggi, Kabupaten Keerom dan baru di tahun 2019 yang akan datang akan ada lanjutan pembangunan pemukiman transmigrasi sisa dana Kampung Senggi SP 2, sebayak 100 KK,”katanya.

Selain itu, ditahun 2019 yang akan datang juga akan dilakukan pembangunan satuan pemukiman SP- Baru (Relokasi Kampung Warlef ) sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.

“Bahkan akan ada pembangunan pusat kawasan perkotaan baru (KTK) Senggi yaitu, pembukaan areal KTM, Jalan Priver dan perencanaan jalan lingkar Pusat KTM. Dan juga penyelesaian hak ulayat Tanah Adat Lokasi KTM Senggi,”lanjutnya.

Ditambahkannya, ditahun 2019 yang akan datang pemerintah daerah Kabupaten Keerom juga akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Arso 1, Kampung Sanggaria, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom.

“Inilah beberapa rencana yang akan dilaksanakan ditahun  anggaran 2019 mendatang dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Keerom,”pungkasnya. (rhy)

Tinggalkan Balasan