PPNI Tingkatkan Kompetensi dan Pelayanan

ABEPURA (BINPA) – Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil)  VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Papua 2018 dibuka Pjs. Gubernur Papua, Soedarmo yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Drg. Aloysius Giyai,  M. Kes. ,  menegaskan,  PPNI  perlu meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Dan PPNI  perlu ada sebuah organisasi sebagai wadah yang mampu mengakomodir semua anggotanya untuk  ditingkatkan kapasitas dan  kompetensi pelayanannya.

Muswil PPNI tahun 2018  ini  berlangsung di Abepura dan mengusung tema “Menjadi Perawat  Pemimpin Dalam Mendukung Papua Sehat Melalui Praktik Keperawatan Mandiri; Perawat Bangkit dan Mandiri Dalam Melakukan Asuhan Keperawatan Yang Aman di Seluruh Wilayah Papua”.

Aloysius berharap melalui Muswil itu para perawat mampu mengembangkan kompetensi dan meningkatkan profesinya  sebagai mitra kerja pemerintah di tengah masyarakat.

“Saya harapkan, setelah dilakukan Muswil ini perlu dilaksanakan juga konsololidasi seluruh tenaga medis di kabupaten dan kota,” harapnya.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPNI Papua, Dr. Isak JH. Tukayo, S.Kep mengatakan, pelaksanaan kegiatan muswil akan berjalan selama dua hari,  26-27 Maret 2018.  “Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan aman,” harapnya.

Penguatan Lembaga

Sementara itu Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP-PPNI), Harif Fadhillah, SKp., SH, mengajak pengurus DPW Kabupaten Kota dan Provinsi Papua untuk menguatkan lembaga keorganisasiaan PPNI Papua.

“Tahap pertama ialah menguatkan lembaga keorganisasian secara menyeluruh baik di provinsi  maupun kabupaten. Karena kami menilai mengajar orang lain mudah saja, sementara mengurus organisasi kami masih perlu pembenahan yang banyak. Kami masih perlu penguatan anggota, penguatan kelembagaan dan penguatan pengurusnya,” kata Harif, Senin, (26/3).  Dengan demikian menurut dia, PPNI selain dicintai oleh anggotanya, juga dicintai oleh pemerintah dan masyarakat.

“Mari kita sama-sama membangun organisasi PPNI dengan baik agar semakin diperhitungkan keberadaannya. Bukan hanya karena jumlah anggotanya besar, tetapi karena kompetensi dan kualitas pelayanan anggotanya,” harap dia. (Lex/Alex Gobai)

 

 

Tinggalkan Balasan