Karya Monumental Konfresi Kelasis Musaik

YAHUKIMO (BINPA) – Karya monumental dalam catatan perjalanan Konfrensi Kelasis Musaik pertama yang berlangsung selama tiga hari dari 20 Maret-23 Maret 2018 di Distrik Musaik Kabupaten Yahukimo ditandai dengan peresmian lapangan terbang dan peresmian penggunaan Kantor Kelasis Kingmi Musaik di Distrik Musaik oleh Ketua Sinode Kingmi Propinsi Papua,  Dr Benny Giyai.

“Kami bersyukur awalnya konfrensi sesuai jadwal dilaksanakan selama lima hari. Namun, berkat penyelenggaraan Tuhan Konfrensi hanya berlangsung tiga hari. Dan menariknya Ketua Sinode Kingmi Propinsi Papua sendiri ikut hadir. Catatan-catan itu membanggakan kami. Apalagi pesan-pesan berharag yang disampaikan Ketua Sinode Propinsi Papua sangat menarik, terutama pesan ukepada para generasi muda menghargai seluruh jasa para orang tua yang susah payah mewartakan kerajaan Allah di Kabupaten Yahukimo. Ketua Sinode meminta semua jemaat menimba banyak semangat para pendahulu itu,’ kata Tinus Senik kepada media ini di Dekai, Sabtu (24/3).

Meniru pesan yang disampaikan Ketua Sinode Kingmi Propinsi Papua Tinus Senik mengatakan, Ketua Sinode berpesan menggunakan waktu yang baik dan bekerja keras serta tidak menyia-nyiakan kesempatan mencari kemuliaan Tuhan dalam setiap tugas dan pekerjaan masing-masiing. “Saya mendengar pesan Ketua Sinode sangat berharga. Dia bilang tantangan global sangat besar. Maka, semua jemaat mempersiapkan diri dengan bekerja keras mencari kemuliaan Tuhan dalam setiap tugas dan pekerjaan kita masing-masing. Dia bialng tantangan saat ini ibarat hidup dalam lautan api,” katanya.

Salah satu peserta konfrensi, Silas Payage di Gereja Kingmi  Dekai bersaksi pada iabdah Minggu (25/3) mengakui kalau konfrensi Kelasis pertama di Musaik penuh dengan keajaiban. Keajaiban pertama, panitia menjadwalkan konfrensi berlangsung lima hari hanya terjadi tiga hari. Dan yang lebih dasyat penyelenggaraan Tuhan itu bantuan datang dari manan, termasuk panitia dibantu dengan penambahan flight yang dibantu pemerintah daerah. Sehingga, penyelenggaraan konfrensi berjalan lancar.

“Saya sebagai panitia sangat kuatir dengan keterbatasan yang panitia siapkan. Tetapi, Tuhan menyempurnakan dan melengkpi segala kekurangan panitia dengan bantuan yang berdatangan dari mana-mana,” katanya.

Silas menyampaikan, Konfrensi Pertama
di Musaik ditandai dengan karya monumental dalam perjalanan gereja Kingmi, dimana dua peristiwa monumental terjadi, yaitu peresmian lapangan terbang dan peresmian kantor Kelasis. “Ini semua boleh terjadi hanya karena berkat Tuhan,” katanya.(AB)

Tinggalkan Balasan