5 Siwa SMTK Ikut Susulan USBN 2018

YAHUKIMO (BINPA) – Panitia Ujian Sekolah  Berstandar Nasional (USBN)  2018 di Sekola Menengah Teologia Kristen SMTK  Philipus Dekai, Elius Matuan  mengatakan,  ada sekitar 5 siswa dari dua  SMTK yang akan mengikuti ujian susulan. Karena, kelima siswa itu namanya tidak keluar dalam daftar USBN. Sementara, USBN sudah berjalan dari tanggal 19 lalu. Panitia sedang berusaha kelima anak tersebut mengikuti USBN susulan.

“Kami sudah melakukan ujian dari tanggal 19  lalu dan hari  ini
adalah hari trakhir.  Dari sekolah asuhan kami hanya ada satu anak yang namanya  tidak ada.  Tetapi dari SMTK  Oriend Kid   ada empat anak. Kami sudah lapor dan akan kelima anak itu  akan mengikuti USBN susulan,” kata  Elius di ruangan kelas SMTK Philipus dekai,  Jum’at ( 23/3).

Dia menjelaskan,  pantia sedang berusaha koordinasi dengan  Dinas Pendidikan Propinsi.
dari pengalaman sebelumnya setelah koordinasi dengan Dinas Propinsi nama peserta UN yang namany7a tidak masuk dalam daftar peserta UN yang sedang berlangsung bisa mengikuti UN susulan. Meski sebelumnya panitia sudah mengusulkan ke Propinsi nama-nama anak tersebut  belum keluar. Panitia UN berharap  kelima anak yang sudah dikirim nama-namanya ke Dinas Pendidikan Propinsi segera keluar namanya sebagai peserta UN kali ini dengan pertimbangan kelima anak tersebut mengikuti Un susulan.

Dia menyebutkan dari SMTK Philipus dekai peserta UN 2018 sebanyak 16 orang, namun satu orang namanya tidak tercantum dalam daftar peserta UN. “Sekolah pendidikan teologi ini daftar UNnya bersamaan dengan anak-anak siswa SMA. Dan kami masuk di rayon I bersama SMA Dekai, SMA 2 dan SMTK  Oriend Kids,” ujarnya.

Panitia Ujian di SMTK Oriend  Kids, Demas Walle membenarkan kalau di SMTK Oriend Kids lima anak yang tidak bisa mengikuti USBN. Karena nama kelima anak tersebut tidak terdaftar dalam peserta UN tahun 2018.  Pada hal, dia mengaku semua nama anak-anak dari SMTK Oriend Kids sudah diusulkan dan terdaftar ketika dimasukan datanya dalam daftar USBN tahun 2018.

“Kami sedang berusaha kelima anak tesebut bisa mengikuti UN susulan. Koordinasi dengan Dinas Propinsi sedang berjalan dan nama-nama anak itu sudah diusulkan lagi ke Dinas Propinsi Papua supaya mereka bisa mengikuti USBN sama seperti siswa lain yang sudah mengikuti UN,” katanya. (AB/Ven)

Tinggalkan Balasan