Pertamina Berharap Kesadaran Konsumen

 

JAYAPURA (BINPA) – Konversi minyak tanah ke gas yang terus diupayakan, yang kini masih terbatas di wilayah Indonesia bagian barat, dipastikan juga akan dilakukan di kawasan timur, termasuk di Papua.

Karena belum dapat dipastikan kapan dilakukan konversi tersebut di Papua, saat ini PT Pertamina menyediakan gas 5,5 kg yang berupa brigtgas.

Namun demikin, dibutuhkan kesadaran warga untuk beralih dari minyak tanah ke gas, agar tidak membebani anggaran pemerintah untuk subsidi minyak tanah yang cukup besar.

Hal itu diungkapkan Tengku Fernanda, GM PT. Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku Papua, di Jayapura, dalam kesempatan memperkenalkan diri kepada awak media di Kota Jayapura, setelah bertugas di Papua sejak awal Desember 2017.

“Subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk minyak tanah kan sangat besar. Jadi kita berharap kalangan dunia usaha yang relatif besar, seperti restaurant atau usaha lainnya yang masih menggunakan minyak tanah untuk beralih ke gas,” ungkap Tengku Fernanda didampingi sejumlah manager di bawahnya.

Tentang kapan dilakukan konversi minyak tanah ke gas di Papua, menurutnya, masih butuh waktu relatif lama karena terkendala infrastuktur yang belum memadai.

Dan saat ini pihak Pertamina telah menyediakan gas yang relatif kecil, yakni brigtgas yang sudah tersebar di SPBU-SPBU di seluruh Papua, maupun di agen-agen hingga ke sub agen.

Terkait biaya pemakaian yang tetap masih jauh lebih mahal dibanding hila pakai gas, menurut Tengku Fernanda hal itu tidak bisa dipungkiri, karena minyak tanah yang masih di subsidi oleh pemerintah.

“Kalau gas sudah harga murni,” jelasnya(aj)

Tinggalkan Balasan