Pemda Keerom Hibahkan 50 Rumah Untuk Warga Translok

 

KEEROM (BINPA) – Pada tahun 2017 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Keerom membangun perumahan transmigrasi local sebanyak 50 Unit di lokasi UPT Senggi SP-2, Dusun Zoom, Kampung Woslay, Distrik Senggi Kabupaten Keerom, Minggu (18/3).

Ke 50 Unit rumah yang dibangun untuk trasmigrasi lokal itu, telah tuntas pembangunannya dan masyarakat telah menempati rumah tersebut. Karenanya, Bupati Keerom MUH Markum menyerahkan rumah-rumah tersebut sebagai hibah bagi trasmigran lokal (Translok). Pada kesempatan itu, bupati Keerom juga meresmikan Gedung SD di UPT Senggi SP- 2, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.

Bupati Keerom MUH Markum, SH., MH., MM mengatakan, beberapa tahun berturut-turut pemerintah Pusat melalui Pemda Kabupaten Keerom telah membangun perumahan bagi transmigrasi lokal di UPT Senggi SP- 2, Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Pembangunan perumahan bagi warga semua itu untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Keerom.

“Untuk Tahun 2017 dibangun sebanyak 50 Unit rumah dan masyarakat telah menempati rumah tersebut dan diharapkan bagi warga yang mendapatkan rumah agar dijaga maupun dipergunakan dengan sebaik- baiknya,”ujar  Bupati Keerom kepada warga SP- 2 yang mendapatkan rumah, Minggu (18/3).

Sebenarnya, pengembangan pembangunan perumahan trasmigrasi di Lokasi SP 2, Distrik Senggi dibangun sebanyak 500 unit rumah oleh pemerintah Pusat, tetapi dana sharing sangat besar dan APBD Kabupaten Keerom tidak mampu untuk melakukan pembangunan itu sehingga dibangun hanya 50 unit saja.

“Karena pembangunan rumah trasmigrasi itu dibangun menggunakan dana sharing atau dibagi dua, 50 persen dari Pusat dan 50 persen dari Kabupaten Keerom,”katanya.

Dengan adanya pembangunan rumah trasmigrasi 50 Unit di SP- 2, Distrik Senggi, telah membantu masyarakat maupun mensejahterakan rakyat sehingga ke depan pihaknya akan terus mengembangkan pembangunan perumahan trasmigrasi Lokal.

Sementara itu Kepala Dinas Trasmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Keerom, Julito Pereira mengatakan, pembangunan perumahan transmigrasi untuk meningkatkan kesejahteraan transmigrasi dan masyarakat lokal. Selain itu meningkatkan pemerataan pembangunan daerah serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan dapat membuka kesempatan kerja dan peluang usaha.

Untuk biaya anggaran pembangunan pemukiman trasmigrasi melalui Dana Tugas Pembantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (BPBN) melalui Kementerian Desa, PDT dan Trasmigrasi RI. Selain itu Dana Dekonsentrasi APBN melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua maupun Dana Shering Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Keerom di Tahun 2017. (rhy)

Tinggalkan Balasan