Lapas Timika Bangun Dinding Anti Panjat

TIMIKA (BINPA) – Mengantisipasi sering kaburnya warga binaan, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika  membangun dinding anti panjat. Dinding anti panjat yang sudah terealisasi dikerjakan sepanjang 440 meter persegi. Dari sepanjang itu masih membutuhkan 60 meter persegi.

“2017 lalu, kami sudah bangun dinding anti panjat sepanjang 440 meter. Dan tahun ini akan ada penambahan 60 meter lagi,” kata Kalapas Klas II b Timika, Marojahan Doloksaribu saat ditemui di Hotel Serayu Timika, Kamis (15/3)

Menurutnya pembangunan dinding anti panjat di Lapas Kelas II B Timika sudah dalam tahap akhir. Sisa pembangunan hanya sekitar 60 meter dari total keseluruhannya sepanjang 500 meter.

Dia menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan dinding anti panjat bersumber dari APBN. Dinding anti panjat sepanjang 440 meter di 2017 lalu menghabiskan anggaran Rp 10 miliar lebih. Dan kekurangannya sepanjang 60 meter Rp1 miliar.

“Untuk yang 60 meter, kami akan mengajukan ke pusat. Sehingga diharapkan tahun ini semua pembangunan tembok anti panjat bisa selesai. Kami mengajukan sekitar 1 milyar lebih untuk membangun kekurangannya,” ujarnya.

Tembok anti panjat itu, katanya  terbuat dari besi dan tidak bisa dipegang dengan tangan, karena sangat tajam seperti pisau. Jadi,  bagi warga binaan yang berkeinginan kabur akan berpikir dua kali untuk keselamatanya. “Kami berharap, warga binaan tidak ada lagi yang kabur dari Lapas dengan cara memanjat dinding, karena akan beresiko,” katanya.

Diketahui  warga binaan di Lapas Kelas II B Timika menampung sebanyak 169 warga binaan. Mereka terdiri dari 11 orang perempuan dan 158 orang laki laki. “Kami harap tidak ada lagi warga binaan yang kabur setelah pembangunan dilakukan.  Sebagian juga dari petugas Lapas di persenjatai dengan pistol untuk perlindungan diri,” ujarnya. (Jrl).

 

Tinggalkan Balasan