SISWA SMA YPK DIASPORA KOTARAJA, SIAP BERTARUNG PADA USBN DAN UNBK MENDATANG

KOTARAJA (Binpa) – Sebanyak 90 orang Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Diaspora, Kotaraja, yang terdaftar sebagai peserta dalam USBN dan UNBK tahunpelajaran 2017/2018, ‘siap untuk bertarung.’ Hal itu dikemukakan Kepala Sekolah SMA Diaspora, Berrens Sanggeu, S.Pd, kepadaBintang Papua yang bertandang ke kantornya, di Kotaraja, Selasa (13/3) pagi.

Menurut Berrens, ke 90 siswa/i kelas XII yang telah dididik oleh31 orang guru yang ada di lingkungan SMA Diaspora, telah terdaftar dalam Data Pusat Penelitian dan Pengembangan (PUSLITBANG), Kementerian Pendidikandan Kebudayaan Republik Indonesia (RI). Karenanya mereka harus mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang diselenggarakan secara serentak untuk SMA pada tanggal 19-27 Maret 2018 di sekolah masing-masing. Materi USBN ini terdiri dari: Pertama, untuk Program IPA, materi ujiannya adalah: Agama, Bahasa Indonesia, Biologi, PKN, Matematika, Penjas, Bahasa Inggris, Sejarah, Geografi, TIK, Fisika, Bahasa Jepang dan Senibudaya. Kedua, untuk Program IPS, materi ujiannya meliputi: Agama, Bahasa Indonesia, Sosiologi, PKN, Matematika, Penjas, Bahasa Inggris, Sejarah Geografi, TIK, Ekonomi, Bahasa Jepang, dan Senibudaya, jelas Barrens.

Lebih jauh, laki-laki asal Biak yang sejak tahun 2007 lalu diangkat menjadi Kepala Sekolah SMA Diaspora yang bernaung pada lembaga pendidikan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK), Gereja Kristen Injili  (GKI) di Tanah Papua ini menjelaskan, walaupun USBN dinamakan ujian sekolah berbasis Nasional, tidak boleh dipandang remeh oleh siswa sebagai peserta ujian. Pasalnya, materi yang diuji dalam USBN dipersiapkan oleh 3 (tiga) institusi yakni: Pertama, Team Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, menyiapkan materi USBN yang meliputi materi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan 1 materi pilihan (dari Biologi atau Fisika) untuk Program IPA; Sedangkan untuk Program IPS, team pusat menyiapkan materi USBN sebagai berikut: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan salah satu dari materi pilihan (Ekonomi, Geografi dan atau Sosiologi).

Kedua, Team Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua. Untukmateri USBN, Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, menyiapkan materi ujian: Fisika, Kimia, Biologi dan Sejarah, untuk Program IPA, sedangkan untuk Program IPS, DInas Pendidikan Kota dan Provinsi Papua menyiapkan materi: Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah.

Ketiga, Team Sekolah (untuk setiap sekolah peserta ujian), hanya menyiapkan materi ujian yang bersifat umum seperti: Muatan Lokal (Mulok), PKN, TIK, Olahraga dan materi ujian pilihan (Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika). Sedangkan materi ujian Agama, dipersiapkan oleh Departemen Agama pada Pemerintah Kota Jayapura dan Provinsi Papua.

‘Jawaban peserta USBN pada lembar jawaban yang telah disiapkan oleh Panitia USBN, akan diserahkan dan diperiksa oleh masing-masing pembuat soal dan kunci jawaban. Itu berarti lembar jawaban USBN akan diserahkan kepada Pemerintah Pusat, Dinas Pendidikan Pemerintah Kota untuk diteruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Departemen Agama pada Pemerintah Kota Jayapura, khusus untuk lembar jawaban terhadap soal-soal Agama, dan lembar jawaban untuk materi Umum USBN, diserahkan kepada sekolah. Nilai-nilai USBN tersebut diserahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua, untuk dituangkan dalam Ijasah Sekolah bagi peserta USBN yang dinyatakan LULUS Ujian Sekolah, tutur Berrens.

Sedangkan materi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)-online, seluruhnya disiapkan oleh team pusat. Materi ujian UNBK tersebut meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan materi ujian pilihan (salah satu dari: Fisika dan Biologi) untuk Program IPA; sedangkan untuk Program IPS, materi UNBK-nya meliputi: Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, dan mata pelajaran pilihan (salah satu dari: Geografi, Ekonomi dan Sosiologi). Semua jawaban peserta UNBK pada lembar jawaban yang tersedia dalam Komputer, langsung online ke Panitia Pusat di Jakarta. Jadi hasil dari UNBK hanya pusat yang tahu, terang Barrens.

SMA DIASPORA SIAP

Menurut Berrens, apapun sistemnya, yang pasti pihak SMA Diaspora, Kotaraja, Jayapura, dalam hal ini para calon peserta USBN dan UNBK serta ke 30 orang gurunya telah bertekat untuk meraih hasil yang terbaik dalam kedua bentuk ujian tersebut.

Untuk merealisasikan niat dan tekat tersebut, makanya para guru yang ada di Diaspora, sejak November 2017 lalu sampai dengan medio Maret 2018, telah melakukan pengayaan semua mata pelajaran yang akan diuji baik pada saat USBN maupun pada UNBK. Pengayaan itu dilakukan di luar jam sekolah yang terjadwal rutin. Dengan kata lain, pengayaan dilakukan di luar jam sekolah resmi. Pengayaan pada intinya harus menjurus pada materi-materi yang akan diuji, tutur Berrens.

‘Selain itu, tambah Berrens, pihak SMA Diaspora juga telah menyiapkan sarana-sarana yang berhubungan dengan UNBK. Kami telah menyediakan Komputer online yang akan digunakan pada saat UNBK. Juga ruangan-ruangan yang akan digunakan siswa kelas XII pada SMA Diaspora. Karena itu kami menyatakan, SMA Diaspora, telah siap, ujarnya menutupi wawancara dengan Bintang Papua (Yan Hambur).

 

Tinggalkan Balasan