Pungli Merajalela di Pasar Sentral

TIMIKA (BINPA) – Pihak DPRD Mimika melalui Komisi B meminta kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika memperjelas pengelolaan Pasar Sentral.

Pasalnya, diduga banyak praktek Pungutan Liar (Pungli) pada gedung baru pada bangunan baru Pasar Sentral, serta lapak-lapak dengan harga bervariasi.

Hadir dalam kunker tersebut, Ketua Komisi B DPRD Mimika Johanes Felix Helyanan, Anggota Komisi B DPRD Mimika M Nurman S karupukaro, Anggota Komisi B DPRD Mimika Nus Jikwa, beserta staf Sekretariat Dewan (Setwan).

Salah satu warga yang sudah membeli satu lapak pada bangunan pasar baru Suardi kepada media mengatakan, untuk mendapatkan satu los pada bangunan pasar baru dirinya harus membayar uang sebesar Rp. 40 juta, dengan uang muka sebesar Rp. 10 juta kepada pihak yang menjual lapak tersebut.

“Kami beli harga Rp.40 juta dengan uang muka sebesar Rp. 10 juta,” kata Suardi ketika menjelaskan permasalahan di pasar sentra, Selasa (13/3).

Hanya saja, Suardi menjelaskan, lapak tersebut bersengketa. Sebab los yang dibeli dari oknum yang menjual los tersebut tapi los tersebut telah dijual kepada orang lain dengan harga lebih sesuai dengan kwitansi yang isinya untuk keperluan Kadisperindag.

“Satu lapak ini ada dua orang yang beli, kami bayar dan mereka kasih kwintansi,” jelasnya sembari memperlihatkan bukti pembayaran uang senilai Rp. 10 juta.

Sementara itu menanggapi dugaan Pungli di pasar sentra. Anggota komisi B DPRD Mimika M. Nurman S. Karupukaro menilai bahwa pengelolahan pasar sentral Timika oleh Disperindag belum maksimal. Hal ini ditandai dengan tatakelola penggunan lapak serta los dibeberapa gedung baru yang dibangun dipasar sentral. Artinya adanya proses jual beli lapak kepada warga, sedangkan bangunan yang dibangun oleh pemerintah tidak bisa diperjualbelikan melainkan menyewa kepada warga untuk PAD Mimika.

“Saya minta Disperindag secepat mungkin dapat menata serta pengolahan pasar sentral Timika ini harus maksimal,” kata Nurman kepada wartawan di sela- sela kunjungan ke Pasar Sentral Timika pada, Selasa (13/3).

 

Pihak Komisi B dalam waktu dekat akan menyurati Kadiaperindag untuk meminta penjelasan terkait jual beli lapak-lapak pada bangunan baru pasar sentral.

“Kami akan panggil Kadisnya dan kita tanyakan masalah pasar baru,” kata Nurman. (Jrl)

Tinggalkan Balasan