Keluarga Dituntut Mengawali Pertumbuhan Anaknya

KEEROM (Binpa) – Untuk mewujudkan misi pembangunan kependudukan dan keluarga berencana Nasional yakni mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan keluarga becil,  bahagia dan sejahtera, maka salah satu strateginya adalah meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pembinaan keluarga.

Karena menurut undang- undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, mendefinisikan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami, istri atau suami, istri dan anaknya. Atau juga ayah dan anaknya, atau Ibu dan anaknya.

Oleh kerana itu, keluarga dituntut untuk lebih aktif dan berperan dalam mengawali proses perkembangan dan pertumbuhan anak disetiap keluarga.

Hal itu diungkapkan Bupati Keerom, MUH Markum, SH.,MH.,MM, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Keerom, Sucahyo Agung DA., M.Si, pada Sosialisasi 8 Fungsi Keluarga, di aula Kantor Perbatasan, Kabupaten Keerom, Senin (13/3).

Bupati Muh Markum mengatakan, dalam proses pertumbuhan anak juga termasuk upaya yang dilakukan keluarga/Orang Tua untuk merespons masalah remaja. Salah satunya melalui proses Genre (Generasi Berencana) yaitu, melalui kelompok bina keluarga remaja (BKR). Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau keluarga dalam membina dan menumbuh- kembangkan remaja, serta untuk menanamkan nilai-nilai dalam delapan fungsi keluarga.

Kedelapan Fungsi Keluarga yaitu, Fungis Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi Pendidikan, Fungsi Agama dan Fungsi Lingkungan.

“ Kami mengharapkan agar delapan fungsi keluarga bukan hanya sebagai symbol belaka, tetapi dapat menjadikan pijakan dan tuntunan keluarga dalam menjalankan roda kehidupan,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK, Kabupaten Keerom, Ny. Cicih Mitarsih Markum mengatakan, sosialisasi delapan fungsi keluarga sangat berkaitan dengan pungsi PKK yaitu fungsi keagamaan, dimana dalam anggota keluarga agar mengenal penciptanya, yakni Tuhan yang maha kuasa maupun alam semesta. Selain itu fungsi sosial budaya akan membina sosialisasi terhadap anak untuk mengenalkan budaya- budaya.

“ Fungsi Cinta Kasih dengan memberikan kasi sayang, rasa aman dan memberikan perhatian terhadap orang tua dalam keluarga. Cinta kasih bukan hanya terhadap anak tetapi cinta kasih juga terhadap Istri maupun dari orang tua terhadap anak- anaknya,”jelasnya. (rhy)

Tinggalkan Balasan