Tenaga Honor Palang RSUD Dekai

 

YAHUKIMO (BINPA) –  Tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai,  Kabupaten Yahukimo, Senin (12/3)  memalang RSUD Dekai. Aksi para tenaga honorer itu buntut dari honorarium mereka selama tiga bulan belum dibayar.

“Hari ini,  kami lakukan mogok kerja.  Karena hak kami tidak di bayar oleh  Direktur RSUD Dekai. Kejadian serupa sudah terjadi  dari tahun kemarin,  bukan hanya sekarang saja. Sehingga, kami mencari solusi dengan melakukan aksi demo di sini,” kata Marsin Magayang, kordinataor aksi yang memamalang RSUD Dekai.

Dikatakannya, apabila ada solusi baru. Mereka mengaku akan masuk kerja kembali. Bilamana tidak ada solusi baru, mereka mengancam tidak akan melayani pasien. “Sebenarnya uang Honor ini harus di tambah jika uang makan dan lembur di tiadakan. Tapi tahun sebelumnya saya terima  Rp.1.500.000, sekarang tidak  ada tambahan, ini keliru,” katanya.

Dia mengaku bekerja di RSUD berbeda dengan tenaga medis yang berstatus ASN digaji dari Negara. “ Kami ini rata-rata tenaga pengangguran yang menjadi tenaga honorer dan bekerja melayani pasien. Jam kerja semua sama dengan yang ASN. Tetapi kesejahteraan berbeda. Uang honor kami itu sudah kecil, jangan lagi ditahan-tahan sampai berbulan-bulan,” katanya.

Dari rekaman media ini, aksi demo memalang RSUD itu dilakukan 30 orang perawat, 28 orang cleaning Service,  6 orang sopir dan 14 orang bidan.  “Kami berharap ke depan uang honor itu dinaikan di atas Rp 3.000.000 seperti yang berlaku di daerah lain,” harapnya.

Menyangkuat soal kenaikan uang honor, para pendemo itu mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada bupati. Bupati sangat merespons baik dan berupaya menaikan kesejahteraan tenaga medis.

“Kami sudah sampaikan hal ini kepada bapak bupati. Bapak bupati ketika kami menyampaikan aspirasi ini sudah merespons sangat baik. Tetapi sekarang, kami belum gajian dari Januari sampai Februai hingga Maret. Kami berharap bupati segera memanggil Direktur RSUD Dekai,” harapnya.

Dari data yang direkam media ini, beberapa pasien yang mendatangi RSUD Dekai mengaku kecewa, karena mereka tidak mendapat pelayanan yang baik. Salah satu pasien mengaku bernama Andreas Suhiniap sedang menderita malaria tidak dilayani. “Saya sudah dating sejak pagi hingga jam 11 siang belum juga dilayani. Saya sangat kesal dan kecewa dengan aksi para tenaga honorer ini. Karena saya dating dengan harapan bisa dilayani dan segera sembuh dari sakit malaria yang saya sedang derita,” tuturnya.

Andreas menilai ulah para tenaga honorer itu tidak terlepas dari kinerja  Direktur RSUD Dekai. “Saya pribada sangat kesal dengan Kinerja ibu Direktur, rumah sakit. Karena menurut saya mogok pelayanan sekitar berapa jam ini ulanya kepala, masa hak atau honor, buat orang yang kerja di tahan berapa bulan, kalo begini bagimana dengan nasib pasien. Saya berharap bapak Bupati segera menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Ketika dikonfirmasi aksi yang dilakukan tenaga honorer itu, Direktur RSUD Dekai, dr, Rahel menjelaskan,  hak tenaga honorer  sebelumnya dibayar tepat waktu. Tetapi, sekarang  ada perubahan akibat dari DPA masing-masing OPD baru saja dibagi. Hak-hak mereka nanti akan tetap dibayar sesuai haknya.

“Proses pencairan dana itu dibagian keuangan kan membutuhkan tahapan dan waktu, itu pertama. saya mengerti, apa yang di sampaikan para kader hari ini, saya pun sudah menyampaikan kepada atasan,” katanya.

Menyangkut tuntutan kenaikan gaji, ia mengaku akan koordinasi lagi  dengan bupati dan sekda. “Saya berharap dengan kejadian hari ini ada jalan keluar atau solusi. Dan saya meminta maaf kepada pasien yang tidak terlayani baik hari ini. Permohonan maaf itu saya sudah sampaikan secara lamngsung kepada pasien akunya. Dan saya berusaha dalam waktu dekat ini saya bisa bertemu mereka semua,” akunya. (AB/Ven)

 

Tinggalkan Balasan