Pembangunan Kampung KB Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

KEEROM (Binpa) – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB), Kabupaten Keerom, Drs. Herman Raya mengatakan, sesuai program prioritas Tahun anggaran 2018 akan dilakukan pembentukan kampung Keluarga Berencana  (KB) di wilayah Kabupaten Keerom. Untuk merealisasikan pembentukan Kampung KB yang sejahtera, maka diharapkan dukungan dan kerja sama lintas sektoral yang ada di Kabupaten Keerom.

Artinya, dalam pembentukan Kampung KB bukan untuk membatasi jumlah anak. Tetapi Kampung KB sama saja dengan kampung- kampung yang diperakarsasi dengan lintas sektoral lain yang berada di Kabupaten Keerom. Demikian dikatakan Herman Raya kepada Bintang Papua saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Senin (12/3) kemarin.

Selain itu, Kampung KB juga merupakan binaan dari Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kampung itu sendiri.  Bahkan pihaknya meminta bahwa lintas sektoral yang dimasukkan adalah agar seluruh program-program yang ada di dinas masing- masing untuk bersama- sama membangun Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Keerom.

Lintas sektoral yang terkait erat dengan Pembangunan Kampung Keluarga Berencana ini meliputi,  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kantor Agama dan semua terlibat langsung bersama-sama untuk membangun Kampung KB .

“Untuk sementara Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Keerom yang telah terbentuk sebanyak 14 Kampung dan itu telah melewati target awal. Karena target yang dibebankan oleh pemerintah Pusat sebanyak 5 Kampung KB saja.  Tetapi hingga tahun 2017 lalu, telah mencapai 14 Kampung. Ke depan pihaknya akan kembali membentuk Kampung KB disetiap Distrik, minimal ada 1 Kampung KB yang terbentuk,” tuturnya.

Oleh karena itu, tujuan utama dari pembentukan Kampung KB agar Kampung KB dikerjakan bersama- sama dari semua lintas sektoral untuk membangun kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung itu.

“Dalam program Kampung itu untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang hidup sehat. Kita tidak menganjurkan kepada masyarakat untuk harus mengikuti program KB, tetapi diberikan contoh agar bagimana cara hidup sehat yang baik. Berapapun anak kami tidak melarang tetapi harus mengatur jarak kelahirannya,”jelasnya. (rhy)

 

Tinggalkan Balasan