MRP Sudah Jadi Mata Hati dan Telinga OAP

 

 

JAYAPURA( BINPA)- Wakil Ketua I MRP Jimmy Mabel  mengaminkan pernyataan warga masyarakat yang menilai Lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP) dan anggota MRP adalah representasi dari mata, hati dan telinga OAP.

“Kami aminkan apa yang dikatan warga masyarakat bahwa sangatlah benar ungkapan yang menyatakan Lembaga Kultural MRP adalah Mata, Hati dan Telinga Orang Asli Papua. Dan memang menjadi Mata, Hati dan Telinga  adalah panggilan hati bagi setiap anggota MRP yang berjumlah 50 an itu,” kata Jimmy, di ruangan kerjanya, Senin (12/3).

Menurutnya 50 orang anggota MRP dari sejak periode pertama, kedua ataupun ketiga duduk di MRP merupakan panggilan jiwa dan bersenyawa dari jeritan dan tangisan air mata OAP. Sehingga, setiap anggota OAP dari tujuh wilayah adat itu berjuang sedang berjuang sungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak-hak OAP, baik dari hak kultural maupun hak-hak konstitusi OAP. “Kami sudah melihat. Mendengar, merasakan jeritan hati dan penderitaan OAP,” ujarnya.

Kini, anggota MRP baik  Pokja Adat, Agama dan Perempuan sedang bekerja keras membuat program nyata, terutama program penyelamatan atas tanah dan manusianya. Upaya itu diharapkan anggota OAP menjadi mata, hati dan telinga OAP. “Rakyat Papua ini begitu lama hidup dalam ” Memoria Passionis,” katanya.

Dia berharap  memoria pasionis  itu ada solusi yang tepat untuk memperjuangkan hak- hak dasar OAP.  Karena, tak ada lembaga lain di negeri ini yg akan berbicara soal OAP  selain MRP. Hanya MRP yang bisa berbicara soal hak dasar karena lembaga ini hadir sesuai amanat Undang- Undang Otsus Papua No. 21 Tahun 2001.

Komitmen utama MRP adalah menjaga tanah dan manusia Papua. Sehingga, kehadiran MRP benar-benar menjadi lembaga yang mampu menjawab hak-hak kultural dan konstitusi OAP.

“Kami tak tinggal diam. Contoh konkrit MRP hadir dalam berbagai persoalan lintas sektor. Baik persoalan Gereja di urus oleh Pokja Agama. Urusan Masjid juga ada yang mengurusnya di Pokja Agama. Urusan Perempuan ada yang urus di Pokja Perempuan. Jadi, kehadiran MRP dengan tiga kelompok kerjanya itu membuktikan  lembaga ini telah menjadi  Mata, Hati dan Telingah OAP. dalam penyelamatan tanah dan manusia,” ujarnya. ( Ven)

Tinggalkan Balasan