Kampung Terpencil Diwajibkan Bangun Rumah Sehat

KEEROM (Binpa)- Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBK) Tahun Anggaran 2018, dan di dalam Desa membangun yang masuk kategori sangat tertinggal diwajibkan untuk membangun rumah sehat bagi masyarakat di kampung. Sehingga kampung harus melakukan pembangunan rumah sehat di kampung- kampung, minimal pembangunan rumah sehat dilakukan sebanyak tiga unit hingga Lima unit yang harus dibangun.

Hal itu dikemukakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Keerom, Triwarno Purnomo, S.STP, kepada wartawan saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Senin (12/3) kemarin.

Selain itu Kata Triwarno, dalam konteks dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) telah terjadi perubahan paradigma, dimana dalam pembangunan kampung telah ada pergeseran yang semulanya adalah membangun Kampung menjadi Kampung membangun.

“Dalam pelaksanaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), Kepala Kampung dan perangkatnya serta Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) harus bersama-sama bekerja baik dan melibatkan masyarakat, dengan melibatkan masyarakat harus baik, bersatu dan transparan. Dana Kampung bukan untuk di Korupsi dan bukan untuk diri sendiri,”tegasnya.

Hindari yang selama ini terjadi perselisihan baik itu Kepala Kampung, Sekertaris Kampung, Bendahara maupun Bamuskam. “ Jadilah baik tanpa harus saling menjatuhkan dan jadilah benar tanpa harus saling menyalahkan. Laksanakan tugas dengan sebaik- baiknya untuk kepentingan masyarakat Kampung,”tuturnya.

Ditambahkannya, dalam anggaran pendapatan dan belanja kampung (APBK) Tahun Anggaran 2018, tidak seperti dengan  Tahun 2017 lalu. Ada Kampung yang memasang Baliho maupun ada Kampung yang tidak memasang Baliho. “ Semua Kampung yang ada di Kabupaten Keerom, harus memasang Baliho dalam penggunaan dana Kampung. Karena itu menunjukkan transparansi dan pertanggung jawaban untuk masyarakat,” tegasnya. (rhy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan