Digelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

 

 

TIMIKA (BINPA) – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat umum tentang Pemilu agar Pemilu berjalan dengan baik dan terhindar dari kecurangan-kecurangan.

“Masyarakat selama ini kan tidak pernah mendengar sesuatu langsung dari pemerintah tentang sistem pemilihan yang sedang berjalan dengan lancar, aman dan nyaman dan inilah momennya sehingga masyarakat tidak terpangaruh dengan janji-janji yang sering terjadi sehingga nasyarakat bisa memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nuraninya,”  kata Sekretaris Panwaslu Kabupaten Mimika Yesaya Waromi pada saat sosialisasi di Hotel Grand tembaga Timika, Sabtu (10/3).

Menurutnya kegiatan sosialisasi itu dilakukan karena selama ini,  masyarakat belum mendapatkan pembelajaran-pembelajaran untuk menjadi pemilih yang baik dan cerdas. Diharapkan sosialisasi  ini, masyarakat bisa mengerti dan memahami tujuan dari Pemilu.

Proses ini dilakukan selain pembelajaran politik,  juga pemilih  bisa membagi pengalamannya kepada keluarga, teman atau pun kerabat yang belum mengetahui tentang informasi yang diperoleh dari sosialisasi tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi ini.  Mereka dapat menerapkan kedalam kehidupan keluarga dan menjadi transformasi kepada keluarga tentang bagaimana menyalurkan suara yang baik dan benar itu seperti apa,”ujarnya.

Komisioner Panwaslu Kabupaten Mimika Imelda Ohee mengatakan,  materi yang disampaikan dalam  sosialisasi  itu, antara lain masyarakat dibekali denga bagaimana mengawasi proses Pemilu yang benar. Mereka memperhatikan dugaan indikasi  kecurangan akibat dari proses Pemilu yang tidak sehat yang bermuara pada menimbulkan konflik.

“Kita harus mencegah bukan hanya Panwaslu saja yang mengawasi tetapi masyarakat juga ikut mengawasi. Sehingga tidak terjadi kampanye-kampaye hitam yang bisa menjadikan konflik antar pasangan calon  dan masyarakat menjadi korban,” katanya.

Menurut Imelda sekarang ini belum masuk pada masa kampanye tetapi di media sosial sudah ada beberapa yang sudah melakukan kampanye. Masyarakat seharusnya  bisa mengeleminir  kampanye-kampanye hitam tersebut  supaya tidak memicu konflik antar pendukung pasangan calon.

“Janganlah ada kampanye-kampanye hitam seperti yang ada di medsos, kerena sekarang ini kan belum sah untuk kampanye karena belum ada jadwal,” tambahnya.

Kejari Mimika Alex Sumarna mengatakan,  kegiatan ini sangat penting dan ini merupakan bentuk edukasi pendidikan yang disampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya Pemilu. Sehingga masyarakat bisa mengerti mulai dari maksud, tujuan, proses dan akhir dari Pemilu.

“Disamping memotivasi masyarakat untuk melaksanakan hak pilihnya juga manfaatnya terhadap apa yang sudah mereka pilih. Mereka juga harus tau perbuatan-perbuatan yang dilarang itu apa, pelanggarannya apa dan sanksinya apa. Jika mereka sudah tau kan bisa menghindar kalau disuruh-suruh orang padahal itu pelanggaran nah kalau sekarang sudah tau bisa memilah mana yang masuk pelanggaran mana yang tidak,” katanya.

Pemateri dalam kegiatan tersebut, antara lain, Kejaksaan Negeri Timika dan Polres Mimika. Peserta sosialisasi masyarakat umum yang ada di Kabupaten Mimika  yang terdiri-dari ibu-ibu rumah tangga serta para tukang-tukang ojek. (Jrl).

 

 

Tinggalkan Balasan