Membangun Desa Melalui Produk Unggulan Dari MoU Bupati Keerom Dengan Prukades

KEEROM (BINPA) – Sebanyak 18 Bupati/ Walikota se- Indonesia, termasuk Bupati Keerom, Muh Markum, SH.,MH.,MM,  menandatangani Momorandum Of Undersatandaing (MoU) tentang Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), di Hotel Sultan, Jakarta (8/3) Kamis malam.

Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) merupakan langkah dari Kementerian Desa Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi untuk menyatuhkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Swasta  dalam membangun Desa melalui produk unggulan yang dimiliki di wilayah masing-masing.

Penandatanganan MoU produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades) yang telah dilakukan, tercatat bahwa MoU Prukadesa yang telah ditandatangani sebanyak 330 Kepala Daerah bersama 68 perusahana swasta.

Bupati Keerom MUH Markum, SH.,MH.,MM, mengatakan, seusai penandatanganan MoU berharap produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades) menjadi salah satu solusi dalam peningkatan komoditas unggulan yang ada di kampung- kampung di wilayah Kabupaten Keerom. Apalagi wilayah Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan Papua New Guneia (PNG).

Dengan kerja sama dengan pihak Swasta, Bupati Markum menyakini dapat meningkatkan perkembangan ekonomi kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Keerom, melalui produk unggulan yang berada di kampung- kampung. Apalagi Kabupaten Keerom yang berada diareal perbatasan Indonesia PNG yang memiliki potensi strategis dalam beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan Bupati Keerom MUH Markum melalui press realisnya kepada Bintang Papua, Jumat (9/3) pagi hari.

“ Kampung- kampung di Keerom banyak memiliki unggulan yang harus dikembangkan, dengan Prukades saya harap hal ini dapat terwujut. Ini merupakan langkah kongkrit untuk kita semua dalam memajukan  kampung- kampung di Kabupaten Keerom,”ujar Markum lagi.

Kata Markum, setelah dilakukan penandatanganan MoU Prukades, akan ada perjanjian yang memuat secara teknis terkait pelaksanaan Prukades bersama pihak perusahaan. Salah satunya, maksimal Tiga Bulan sudah ada perjanjian teknisnya. Makanya akan secepatnya akan menindaklanjuti hal itu dengan sector swasta tentang pelaksanaanya.

Pada acara penandatanganan MoU Prukades, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa,PDT dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, mengungkapkkan, penandatanganan kesepahaman Prukades dalam rangka pengembangkan produk unggulan kawasan pedesaan. Karena dengan pengembangan produk kawasan pedesaan akan mampu mengangkat ekonomi perkapita masyarakat desa. “ Pastinya potensi unggulan desa sangat berlimpah dan memiliki prospek menjanjikan jika dikelola secara baik dan professional. Sehingga unggulan tersebut harus dihimpun menjadi produk untuk menjadi kemandirian ekonomi rakyat,”jelasnya. (rhy)

Tinggalkan Balasan