Lira Papua Dorong Perdasus Penjualan Pinang dan Sagu

JAYAPURA (BINPA) – Penjualan pinang dan sagu yang merupakan barang dagangan khas Papua, didorong untuk ada pengaturan dalam perdagangannya, dalam hal ini, salah satunya melalui Perdasus.

Seperti diungkapkan DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Papua, yang meminta kepada DPR Papua untuk segera menerbitkan peraturan daerah khusus mengenai penjualan makanan khas Papua tersebut.

Ketua DPW Pemuda LIRA Steve Mara yang dihubungi Bintang Ppaua, Jumat (9/3) mengatakan bahwa penerbitan Perdasus penjualan pinang dan sagu tersebut untuk membatasi penjualan makanan khas Papua.

“Karena  sesuai dengan pengamatan kami di lapangan penjualan makanan khas Papua seperti sagu dan buah pinang saat ini dijual secara bebas oleh orang non papua,” terang Steve.

DPR Papua sebagai representasi masyarakat Papua, menurutnya, harus serius, karena makanan khas Papua adalah hak orang asli Papua dan bisa menjadi icon bagi daerah Papua.

Jual beli makanan khas Papua, menurutnya juga merupakan budaya yang dari dulu sudah diterapkan, seperti di kepulauan Yapen yang sering melakukannya dengan barter.

Sebagai contoh warga dari Kampung Manawi di daratan akan membawa hasil pokok sagu dari dusun dan ditukarkan dengan ikan yang di bawah oleh warga dari kampung Ambai atau seperti di Wamena yang menggunakan makanan khas daerah untuk kegiatan adat istiadat, sehingga warga non Papua yang di Papua harus menghormati kebiasaan turun temurun tersebut.

“Jangan hanya cari keuntungan di Papua,” tegas steve, pemuda Serui yang lahir besar di Wamena tersebut.(karl/aj)

 

Tinggalkan Balasan