Distrik Towe Rawan Manipulasi Data

 

KEEROM (Binpa)- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Keerom menilai, Wilayah Distrik Towe dianggap titik rawan untuk terjadinya konflik yang dipicu oleh manipulasi data atau surat suara yang dianggap tidak sampai di wilayah Distrik Towe, Kabupaten Keerom. Terutama pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (PILGUB) Tahun Anggaran 2018. Karena wilayah Distrik Towe sangat sulit dijangkau, kecuali dengan menggunakan jasa angkutan i Pesawat Udara.

Hal itu dikatakan Ketua Panwaslu Kabupaten Keerom, Nico Tunjanan, S.S,  kepada Bintang Papua saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (9/3) kemarin. “ Meskipun Distrik Towe dianggap rawan konflik, tetapi pihaknya telah menyiapkan Panitia Distrik (Pandis) maupun Petugas lapangan untuk terus mengawasi pelaksaan Pilgub di wilayah Distrik Towe, agar tidak terjadi kecurangan- kecurangan,”ujar Nico.

Kata Nico, titik- titik rawan yang dilihat pada wilayah Dapil Tiga seperti Distrik Waris, Distrik Senggi, Distrik Kesenar, Distrik Yafi, Distrik Web hingga Distrik Towe. Akan tetapi dari beberapa wilayah itu Distrik Towe yang dianggap paling rawan, sehingga perlunya diantisipasi agar tidak terjadi konflik.

Sedangkan wilayah pembangunan Satu dan Dua seperti Distrik Skanto, Arso Barat, Arso, Arso Timur dan Distrik Manem pihaknya telah mengantisipasi beberapa daerah yang juga dianggap rawan konflik seperti Kampung Baburia, Distrik Arso Barat, Kampung Alang- Alang 5, Distrik Skanto, Alang- Alang Raya dan Kampung Dudang Garam, Distrik Skanto.

“Dari kampung- kampung inilah yang dianggap potensi bisa menjadi penambahan jumlah penduduk. Langkah yang telah diambil oleh Panwaslu Kabupaten Keerom bersama- sama KPU Kabupaten Keerom dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Keerom, adalah melakukan supervisi untuk memastikan bahwa pendudukan benar- benar merupakan penduduk yang ada di wilayah tersebut dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK),”ungkap Nico.

Sedangkan penduduk yang berada di Kampung- kampung itu tetapi belum ada data penduduknya, pada saat itu juga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kabupaten Keerom, langsung menerbitkan surat keterangan sementara untuk dibuatkan Kartu Keluarga (KK) maupun KTP.

Sementara itu Divisi SDM Panwaslu Kabupaten Keerom, Natalia Yonggo mengatakan, titik- titik rawan bisa melahirkan konflik pada Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, diprediksikan akan terjadi pada wilayah Distrik Towe maupun Distrik Kesenar. Karena Distrik Kesenar, jauh dari jangkauan dan sangat sulit sehingga hanya  beberap orang saja yang bisa mendatangi tempat tersebut. Karenyanya, Distrik Kesenar dianggap rawan. (rhy).

 

Tinggalkan Balasan