Diminta Rumah di atas Pohon yang dibakar Segara Dibangun



YAHUKIMO (BINPA) – Kepala Suku Dewan Masyarakat Adat
Momuna (DMAN) Kabupaten Yahukimo, Ismail Keikera meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo melalui Dinas Kesenian dan Pariwisata segera membangun kembali rumah-rumah di atas pohon yang dibakar. Karena, rumah di atas pohon itu sangat diminati wisatawan asing.

“Rumah-rumah itu dibakar hanya karena masalah pribadi. Tapi, pelakunya sudah
sampaikan tidak akan membuat ulang lagi. Sehingga saya sebagai kepala suku
adat Momuna minta kepada Pemda Yahukimo untuk  segera di bangun kembali,” katanya di Dekai, Jumat (9/3).

Menurutya, sebagai Kepala Suku sudah mendapat laporan dari travel atau
pemandu  bahwa ada wisatan asing yang mau berkunjung ke Yahukimo, di
Kampung Masi. Maka,  dirinya berharap Pemda  segera membangunkan rumah di atas pohon dalam waktu dekat.

“Kalau  wisatawan tidak datang maka nama Yahukimo tidak akan terkenal di
Mancanegara. Saya belum lama ini sudah marah dengan pelaku. Sebelum, saya marah
saya sudah perintahkan harus segera dibangun dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan jangan main-main ini tanah kami,” katanya.

Kedepan, dia berharap kepada Pemerintah kalau mau membanngun jangan hanya membangun di Kampung Masi. bila perlu di tempat lain juga  diperhatikan seperti Kukamo,
Moroku dan Kuasroma. Karena warga dibeberapa kampung itu semua satu rumpun suku.

“Rumah Pohon Jangan Hanya di Kampung Masi, rumah pohon bukan milik
orang Masi saja, Kampung lain juga dulu nenek moyangnya hidup di atas
pohon. Sehingga di tempat lain lagi di bangun dan bila perlu lagi
di jantung kota ini ada rumah pohon yang besar,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesenian dan Parawisata Kabupaten Yahukimo
Niko Bayage belum lama ini mengatakan, rumah itu di  bakar berawal dari
masalah perempuan.

“Dengan kejadian ini, kami sedang memikirkan untuk membangun ulang namun
kami harus meminta petunjuk kepada Bupati Kabupaten Yahukimo, (AB/Ven)

ket Foto: keberadaan rumah pohon di kampung masi yahukimo

Tinggalkan Balasan