Viral di Medsos, Pelaku Penganiayaan Diringkus

SENTANI (BINPA) – Para pelaku penganiyaan terhadap 2 (dua) orang kurir di BTN Purwodadi, Sentani yang viral di media sosial (Medsos) Facebook, berhasil ditangkap oleh tim gabungan Opsnal Cycloop Polres Jayapura di back up Satgassus Polda Papua, Rabu (07/03 malam.

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si kepada wartawan di Mapolres Jayapura di Doyo Baru, Kamis (08/03) kemarin mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan saksi, serta melihat ulang video yang viral di media social tersebut.

Dikatakan, video penganiyaan yang viral di media sosial Facebook tanggal 1 Maret berdurasi sekitar satu menit enam belas detik, diupload oleh pemilik akun bernama Rambo Jamback.

Dalam video tersebut terlihat dua orang pengendara motor yang diduga adalah kurir, berhenti untuk menanyakan alamat kepada sekelompok warga yang berada di pinggir jalan.

Namun tanpa alasan yang jelas kedua korban langsung dikeroyok oleh sekelompok warga tersebut, bahkan keduanya dikejar dengan alat tajam.

Dijelaskan, tiga pelaku masing-masing inisial MS (18),  AS (15) dan RP (19) ditangkap di BTN Purwodadi Sentani berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti elektronik.

Ini juga upaya mencegah, karena sudah banyak beredar di Medsos khususnya Facebook yang mengarah pada tindakan persekusi.

“Karena salah satu dari  tiga pelaku yang kita tangkap ini masih dibawah umur, maka kita akan melakukan penelitian, dan segera mendapatkan petunjuk, sehingga penanganannya secara khusus,” tandasnya.

Tambah Kapolres Jayapura, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka, diketahui bahwa masih ada pelaku lain, sehingga masih dilakukan pengejaran.

Dari hasil pemeriksaan berkembang kepada tiga tersangka lain, sehingga masih akan dilakukan pengejaran.

“Kita akan keluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari tiga orang yang DPO kemungkinan masih ada pelaku lain, karena dalam video yang viral itu memang banyak yang terlibat,” jelasnya.

Dijelaskan, bahwa motif dari penganiyaan tersebut adalah ketersinggungan terhadap para korban yang pada saat di TKP hendak mengantar barang dan menanyakan alamat pembeli barang.

Motifnya kelompok ini ditanya oleh kedua korban, tapi tidak terima, kemudian langsung mengeroyok.

“Untuk peran pelaku MS (18) ini adalah pelaku yang menendang bola kepada korban, sementara pelaku AS (15) dan RP (19) ini memukul dengan tangan dan juga besi,” tambahnya.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa saat melakukan penganiyaan, para pelaku dalam keadaan sadar dan tidak dipengaruhi Minuman Keras.

“Para pelaku dikenakan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun 6 bulan penjara,” terang Kapolres.(yft/aj)

Tinggalkan Balasan