Terpanggil Layani Orang Sakit dan Harapan Akan Bantuan Obat Terpenuhi

Maikel Wambrau terpanggil  ke Korowai melayani orang sakit. Berbekal  pendidikan D3  ia siap melayani dengan keterbatasan obat di RSUD Dekai di Yahukimo. Sekarang Maikel terpanggil ke Korowai

Saya disini sudah lama bersama isteri juga bapak Simson Awom, guru penginjil itu. Saya ke Korowai karena terpanggil  dari lubuk hati terdalam, Ujar Maikel Wambrau.

Dengan keterbatasan sarana prasarana termasuk obat –obatan Maikel Wambrauw tetap bertahan di Korowai, tepatnya kampung Brukmakot.

Melayani orang sakit dengan keterbatasan obat –obatan tak membuat petugas kesehatan berstatus honorer ini menyerah.

Ia mengisahkan, banyaknya  orang menderita malaria di kampung Brukmakot Korowai. Tak hanya malaria warga setempat  yang berkunjung ke puskesmas di temui menderita hernia.

Lelaki yang lama menetap di Korowai ini  selalu gunakan speed ke Dekai untuk mengambil kebutuhan obat-obatan, setelah itu balik ke kampung.

“ Saya ke Dekai ambil obat gunakan uang sendiri, meski ada bantuan dari kepala pustu, toh bantuan itu tak mencukupi hingga uang  pribadi saya gunakan. Saya harap bapak bupati bisa memberitahukan dinas untuk menambah obat- obatan ke kampung Brukmakot Korowai. Kalaupun ada obat, obat- obat itu kadarluasa hingga saya buang,” Ujarnya.

Bupati Abock Busup yang  telah mendapatkan informasi  kurangnya obat-obatan di pustu kampung Brukmakot menyatakan, sebagai kepala daerah sudah melaporkan ke pusat terkait kurangnya  persediaan obat di sejumlah pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Yahukimo.

Bupati Abock sudah mendengar kisah  petugas kesehatan  seperti Maikel Wambrauw yang jauh- jauh ke Kota Dekai untuk mengambil obat. Bupati mengatakan jalur transportasi udara yakni lapangan terbang yang sementara di perbaiki di Brukmakot bisa diselesaikan, agar memudahkan petugas kesehatan seperti Maikel Wambrauw mendapat obat –obatan untuk pasien di kampung.

Ketimbang  gunakan  transportasi sungai. Bupati mengatakan, akan membantu  akses lapangan terbang dengan memberikan bantuan uang tunai senilai 100 juta. Dengan harapan uang digunakan dengan baik, agar lapangan terbang siap dipakai, artinya, ketika lapangan terbang siap,  akan menjawab kebutuhan tenaga medis  dan ketersedian obat –obatan  terpenuhi  untuk kampung  Brukmakot.( AB/Ven)

Tinggalkan Balasan