Perangkat Adat Diminta Awasi Dana Kampung

SENTANI (BINPA) – Perangkat adat di setiap kampong, yaitu ondoapi dan para kepala suku diminta untuk bertanggungjawab mengawasi setiap penggunaan dana kampung oleh pemerintah kampung dari sejumlah sumber dana yang turun.

Permintaan tersebut dinyatakan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si kepada ondoapi dan kepala suku dalam sebuah pertemuan antar tokoh adat dan tokoh perempuan di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Jumat (02/03) pekan lalu.

Bupati menegaskan, pengawasan ketat perlu di lakukan supaya antara kesepatakan program dan pelaksanaannya benar-benar berdasarkan hasil keputusan bersama melalui Musrembang tidak dilakukan secara sepihak oleh pemerintah kampung berdasarkan kebijakan sendiri.

Dikatakan, pemerintah kampung jangan menghindar dari pengawasan lembaga adat, sebab lembaga adat juga mempunyai peran dalam membangun kampung dan masyarakat yang notabene adalah kampung dan masyarakat adat.

Menurutnya, lembaga adat juga tidak segan-segan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian atau lembaga-lembaga resmi negara yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi keuangan Negara, tentunya disertai dengan bukti-bukti yang cukup.

“Kepada kepala-kepala kampung kami mengharapkan untuk mengelola keuangan kampung dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang ada. Sebab jika tidak maka ada temuan dan ujung-ujungnya akan berurusan dengan pihak berwajib,” tegasnya.

Oleh sebab itu, bangunlah kemitraan dengan baik dengan semua pihak di kampong, termasuk lembaga adat supaya bersama-sama bekerja membangun kampung dengan dana yang diturunkan pemerintah dari berbagai sumber ke kampung.

Ditambahkan, untuk Kabupaten Jayapura ada beberapa sumber anggaran yang di turungkan ke kampung, sebut saja, ada anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Dana Prospek dari Pemerintah Propinsi Papua.

“Jika semua dana yang di turun dapat di kelola dengan baik untuk tujuan pembangunan secara utuh dan menyeluruh di kampung maka akan nampak kemajuan pembangunan di masing-masing kampung,” ungkap Bupati.

Awoitauw menjalaskan, peran lembaga adat di kampung sangat strategis karena selain bertugas memimpin masyarakat adat tetapi juga ikut bertggungjaab membangun kampung berdasarkan pada kapasitas setiap pemangku kepentingan adat.(yft/aj)

 

Tinggalkan Balasan