Kpu Mimika Minta Maaf pada Paslon Omtob

JAYAPURA (BINPA) – Komisioner KPU Mimika meminta maaf kepada Pasangan Calon (Paslon) Eltinus Omaleng-Johanes Rettob sebagai Cabup-Cawabup Mimika periode 2018-2023 saat berlangsung sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang berlangsung di Kantor Bawaslu Papua, di Jayapura, Kamis (8/3).

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekeliruan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami hanya manusia biasa. Kalau ada kesalahan dalam penafsiran tentang aturan-aturan maupun Undang-udang, kami kembalikan kepada majelis yang mulia,” kata Komisioner KPU Mimika Alfrets Petupetu.

KPU Mimika juga mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OmTob) baik ke DKPP, Panwaslu maupun Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) di Makassar terkait penetapan pasangan calon bupati-wakil bupati Mimika yang berhak mengikuti tahapan Pilkada Serentak 2018.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena pengadu (pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob) selalu menempuh jalur hukum apapun itu baik di DKPP, Panwaslu dan lainnya. Ini kita harus jaga bersama,” ujarnya.

Sidang kode etik terhadap lima komisioner KPU Mimika dipimpin majelis DKPP, antara lain DR Alfitra Salam selaku ketua dan anggota Marthen Fery Kareth serta Fegie Watimena (Ketua Bawaslu Provinsi Papua). Dari pihak pengadu hadir Johannes Rettob selaku calon wakil bupati Mimika yang berpasangan dengan Eltinus Omaleng, kuasa hukum pasangan OmTob Ruben Hohakay dan Ketua Tim Pemenangan OmTob Rizal Pata’dan. Sedangkan dari pihak teradu hadir lima komisioner KPU Mimika yaitu Ocepina T Magal selaku ketua dengan empat orang anggotanya yaitu Alfrets Petupetu, Yoel Louis Rumakewi, Derek Motte dan Reinhard Gobay. Turut hadir pihak terkait tiga komisioner Panwaslu Mimika yaitu Tony Lehander Agapa (ketua) dan dua orang anggotanya yaitu Imelda Rosita Ohee dan Yohanes Wato.

Paslon Eltinus Omaleng-Johannes Rettob mengadukan lima komisioner KPU Mimika ke DKPP lantaran dinilai telah bertindak tidak profesional dalam menyelenggarakan tahapan Pilkada Mimika 2018. Paslon Eltinus Omaleng-Johannes Rettob yang diusung koalisi sembilan partai politik di Kabupaten Mimika dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ikut berkompetisi pada Pilkada Mimika 2018.

Pihak KPU Mimika saat menggelar rapat pleno penetapan paslon bupati-wakil bupati Mimika bertempat di Hotel Grand Alison Sentani, Jayapura pada 18 Februari lalu menilai ijazah SMP calon bupati Eltinus Omaleng dari Sekolah SMP Wolio Ujung Pandang tidak dapat diverifikasi lantaran sekolah itu sudah ditutup.

Atas keputusan KPU Mimika tersebut, pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob telah menempuh upaya hukum melalui majelis musyawarah Panwaslu Mimika.

Namun dalam keputusannya pada Senin (5/3), majelis musyawarah Panwaslu Mimika memerintahkan KPU Mimika untuk melakukan verifikasi faktual forensik ijazah SMP Eltinus Omaleng.Hingga kini KPU Mimika belum melakukan perintah Panwaslu Mimika tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, Paslon Eltinus Omaleng-Johannes Rettob telah mendaftarkan gugatan terhadap keputusan KPU Mimika Nomor 05/HK.03.1-Kpt/9109/KPU-Kab/II/2018 tanggal 18 Februari 2018. (Jrl/Ant).

Tinggalkan Balasan