Hindari Kampanye Hitam di Pilkada Papua

Caption: Pjs Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPR Papua dalam rangka penyampaian Visi dan Misi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di Gedung DPR Papua, Selasa (6/3/2018). – Munir/Binpa

 

JAYAPURA (BINPA) – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn), Soedarmo, mengimbau kepada seluruh masyarakat di Papua agar menghindari kampanye hitam yang saling menjelek-jelekkan kandidat tertentu saat pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2018.

Pernyataan ini disampaikan Pjs Gubernur Papua, Soedarmo dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPR Papua dalam rangka penyampaian Visi dan Misi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di Gedung DPR Papua, Selasa (6/3/2018).

Soedarmo berharap semua pihak dapat bersama-sama menciptakan pemilu yang berkualitas dan bermartabat.

“Dengan demikian dapat menciptakan kehidupan bersama di Papua yang lebih aman, damai, adil dan sejahtera bagi semua,” ungkapnya.

Menurutnya, tahapan Pilkada sudah kita lalui, dan hari ini kita semua sudah mendengar visi dan misi dari masing-masing kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, dengan begitu masyarakat Papua sudah bisa menilai mana yang terbaik, dan silakan pilih sesuai dengan hati nurani tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga meminta dukungan dan kerjasama dari semua pihak agar tugas-tugas pemerintahan bisa dijalankan dengan semaksimal mungkin.

Sebab, kata dia, sebagai Pjs Gubernur dirinya memiliki lima tugas pokok yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat menjalankan roda pemerintahan.

Poin pertama, kata dia melaksanakan tugas pemerintahan dengan sabar dengan seluruh mitra yang ada baik DPRP, MRP, dan seluruh Forkopimda, untuk melanjutkan pemerintahan yang sudah dibuat oleh gubernur Lukas Enembe.

Ia melanjutkan, tugas selanjutnya adalah melakukan pengisian jabatan apabila harus segera diisi, dan tentunya atas ijin Menteri Dalam Negeri, dan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) jika memang ada perda yang harus ditetapkan dengan bekerjasama dengan DPRP dan ijin dari Mendagri.

Tugas berikutnya lanjut dia yakni mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua, serta pemilihan bupati dan wakil bupati di tujuh Kabupaten.

Dirinya juga mengatakan, untuk mensukseskan lima tugas pokok tersebut, maka dirinya perlu didukung dengan mitra kerja pemerintah yakni DPRP, MRP, Dewan Adat Papua, dan para kepala suku yang ada di Papua.

“Saya harapkan dukungan dari semua pihak, sehingga 5 tugas pokok yang diberikan ini bisa dilaksanakan, sehingga kita bisa melaksanakan pemilukada yang aman, damai dan berintegritas,” tandasnya. (Munir/aj)

Tinggalkan Balasan